Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
CINDY VINI LARISKA, POLA PENGASUHAN GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT LATIHAN SATWA KHUSUS (PLSK) TANGKAHAN, KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2024

Gajah sumatra merupakan hewan sosial yang memiliki ikatan keluarga terkuat dan dapat hidup berkelompok dengan jumlah anggota antara 2-50 individu. kelompok memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup gajah, karena gajah yang hidup berkelompok saling membantu untuk mencari sumber makan serta beristirahat. gajah sumatra termasuk kedalam satwa langka yang dilindung oleh undang-undang karena gajah sumatra termasuk satwa yang terancam punah disebabkan oleh sempit atau terbatasnya sebaran geografis serta kepadatan populasinya rendah. adapun ancaman utama terhadap habitat dan populasi gajah sumatra yaitu adanya pembukaan lahan dan perburuan liar yang dilakukan di alam, dan memperjual belikannya termasuk kedalam tindakan hukum. sehingga, gajah yang ditangkap pun dibawa ke pelestarian ex-situ seperti pusat latihan satwa khusus (plsk) tangkahan. hal ini merupakan salah satu alternatif untuk menahan laju kepunahan terhadap gajah sumatra, karena pada kawasan ex-situ seperti plsk tangkahan terdapat pengelolaan yang memperhatikan pola pengasuhan terhadap gajah sumatra seperti pemberian pakan pada gajah, pengembalaan, penyediaan air, dan tempat istirahat. kegiatan pengasuhan ini sangat mempengaruhi kondisi perkembangan terhadap gajah yang berada di kawasan konservasi ex-situ seperti plsk tangkahan. tujuan pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pengasuhan gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) di pusat latihan satwa khusus (plsk) tangkahan. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi lapangan, sedangkan untuk metode analisis data yang digunakan untuk penilaian pola pengasuhan digunakan metode dengan skala likert. berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan mengenai pola pengasuhan gajah sumatra di pusat latihan satwa khusus (plsk) tangkahan memiliki skor total mencapai 38,8. hal ini menunjukan bahwa pola pengasuhan yang terdapat di pusat latihan satwa khusus (plsk) tangkahan termasuk kedalam kategori sesuai (37-45). hal ini di kutip langsung dari hasil yang didapat melalui wawancara secara terstruktur, wawancara terbuka dan observasi lapangan langsung. dari 15 kriteria terdapat 3 kriteria yang kurang sesuai, diantaranya penyediaan air yang kurang karena tidak terdapat persediaan air di dalam kandang inap gajah pada malam hari, waktu beristirahat yang hanya dilakukan 1 kali dalam sehari yaitu hanya malam hari, dan pemeriksaan sampel darah pada gajah yang hanya di lakukan ketika gajah memerlukan tindakan khusus (tidak dilakukan rutin selam 3 bulan sekali).



Abstract

Sumatran elephants are social animals that have the strongest family ties and can live in groups with between 2-50 members. Groups have a very important role in the survival of elephants, because elephants who live in groups help each other to find sources of food and rest. The Sumatran elephant is an endangered animal that is protected by law because the Sumatran elephant is an animal that is threatened with extinction due to its narrow or limited geographic distribution and low population density. The main threats to the habitat and population of Sumatran elephants are land clearing and illegal hunting carried out in nature, and buying and selling them is a legal action. So, the captured elephants were taken to ex-situ conservation such as the Tangkahan Special Animal Training Center (PLSK). This is an alternative to halt the rate of extinction of Sumatran elephants, because in ex-situ areas such as PLSK Tangkahan there is management that pays attention to parenting patterns for Sumatran elephants such as feeding the elephants, grazing, providing water and resting places. This nurturing activity greatly influences the development conditions of elephants in ex-situ conservation areas such as PLSK Tangkahan. The aim of carrying out this research is to determine the parenting patterns of Sumatran elephants (Elephas maximus sumatranus) at the Tangkahan Special Animal Training Center (PLSK). The data used in this research are primary data and secondary data collected using interviews and field observation methods, while the data analysis method used to assess parenting patterns uses the Likert scale method. Based on the results of research and discussions conducted regarding the parenting patterns of Sumatran elephants at the Tangkahan Special Animal Training Center (PLSK), the total score reached 38.8. This shows that the parenting patterns found at the Tangkahan Special Animal Training Center (PLSK) fall into the appropriate category (37-45). This is quoted directly from the results obtained through structured interviews, open interviews and direct field observations. Of the 15 criteria, there are 3 criteria that are not suitable, including inadequate water supply because there is no water supply in the elephant's housing pen at night, resting time which is only done once a day, namely only at night, and examination of blood samples on elephants. only done when the elephant requires special action (not done routinely every 3 months).



    SERVICES DESK