Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Mirryazil Jannah, ISOLASI DAN UJI POTENSI AKTINOBAKTERI RNISOLAT TANAH GUNUNG LUBUKRAYA, TAPANULI SELATAN RNSEBAGAI PENGHASIL ANTIMIKROBA. Banda Aceh Fakultas MIPA Biologi,

Aktinobakteri adalah kelompok bakteri gram positif yang banyak didapatkan di tanah dan berperan sebagai senyawa antimikroba yang dapat digunakan sebagai alternatif sumber antimikroba baru yang dapat melawan resistensi. penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, menguji kemampuan sebagai antimikroba dan menentukan nilai konsentrasi hambat minimum (khm). sampel tanah diambil di kawasan gunung lubukraya, tapanuli selatan, sumatra utara. tanah diambil pada lima titik yang berbeda dengan kedalaman 10 cm. isolasi aktinobakteri menggunakan metode pengenceran berseri dan ditumbuhkan pada media aktinobakteri. karakterisasi secara makroskopis dilakukan dengan menumbuhkan isolat pada media yeast malt agar (yma), oatmeal agar (oa) dan yeast starch agar (ysa). karakterisasi secara mikroskopis dilakukan dengan mengamati miselium aerial pada pembesaran 1000x. isolasi dan karakterisasi diperoleh sepuluh isolat aktinobakteri yang diduga berasal dari genus streptomyces. hasil pengukuran zona bening diamati bahwa isolat atl 2 memiliki aktivitas antimikroba tertinggi terhadap s. aureus sebesar 15,3 mm, terhadap e. coli 11, 8 mm dan c. albicans 11,4 mm. penentuan konsentrasi hambar minimum (khm) menunjukkan potensi hambat minimum pada konsentrasi 10% rata-rata od pada s. aureus sebesar 0,933, e. coli berada pada konsentrasi 1,25% sebesar 1,612 dan cendawan c. albicans berada pada konsentrasi 10% sebesar 0,698.



Abstract

Actinobacteria are a group of Gram-positive bacteria that are commonly found in soil and act as antimicrobial compounds that can be used as an alternative source of new antimicrobials that can fight resistance. This study aims to isolate, characterize, test the ability as an antimicrobial and determine the Minimum Inhibitory Concentration (KHM) value. Soil samples were taken from the Lubukraya Mountain area, South Tapanuli, North Sumatra. Soil was taken at five different points with a depth of 10 cm. Actinobacterial isolation using serial dilution method and grown on Actinobacterial media. Macroscopic characterization was done by growing isolates on Yeast Malt Agar (YMA), Oatmeal Agar (OA) and Yeast Starch Agar (YSA) media. Microscopic characterization was performed by observing the aerial mycelium at 1000x magnification. Isolation and characterization obtained ten actinobacterial isolates suspected to be from the genus Streptomyces. The results of clear zone measurement observed that ATL 2 isolate has the highest antimicrobial activity against S. aureus at 15.3 mm, against E. coli 11, 8 mm and C. albicans 11.4 mm. Determination of the Minimum Inhibitory Concentration (KHM) showed a minimum inhibitory potential at a concentration of 10% with an average OD on S. aureus of 0.933, E. coli at a concentration of 1.25% at 1.612 and C. albicans fungi at a concentration of 10% at 0.698.



    SERVICES DESK