Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SRI WAHYUNA, ANALISIS STILASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI KRIYA KERAMIK DESA COT BADA TUNONG YANG DITINJAU RNDARI PRINSIP-PRINSIP DESAIN. Banda Aceh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,2015

Abstrak kata kunci: gerabah, stilasi, kriya. penelitian yang berjudul “analisis stilasi dalam penciptaan karya seni kriya keramik cot bada tunong ditinjau dari prinsip-prinsip desain” ini mengangkat masalah jenis stilasi apa saja yang ada pada kriya gerabah desa cot bada tunong, bagaimana proses stilasi dalam pembuatan kriya gerabah cot bada tunong, dan apakah bentuk yang diciptakan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip desain terapan estetis. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis stilasi dalam kriya keramik, mendeskripsikan proses stilasi dalam pembuatan kriya keramik cot bada tunong, serta mengetahui bentuk yang diciptakan apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip desain terapan estetik. sumber data dalam penelitian ini adalah pengrajin keramik/gerabah desa cot bada tunong. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. lokasi penelitian ini dilaksanakan di aceh jeumpa (bireun) kecamatan peusangan desa cot bada tunong. subjek penelitian adalah pengrajin keramik/gerabah, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah bentuk stilasi pada gerabah cot bada tunong. pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil analisis data menunjukkan bahwa kriya gerabah yang diproduksi di desa cot bada tunong pada mulanya merupakan kerajinan gerabah tingkat sederhana dengan pengolahan tanah liat yang sederhana dan diterima sebagai kerajinan warisan turun-temurun dari pendahulunya, jenis stilasi gerabah yang ada di desa cot bada tunong umumnya jenis stilasi bentuk abstrak dengan pilinan tali yang melilit di badan gerabah yang di dapat dari hasil stilasi bentuk alami tersebut dimaksudkan sebagai hiasan dengan gaya dan irama tersendiri. pada umumnya dalam proses pembuatan gerabah didesa tersebut masih tradisional dengan menggunakan teknik pijit, pilin lempeng dan putar. alat dan bahan yang digunakan adalah air, tanah liat, meja putar tangan, alat potong, butser, amplas, pisau pengerut, ember, kuas, minyak, dan cat pewarna gerabah. adapun dalam proses pembuatan keramik, pertama menyediakan bahan baku tanah liat selanjutnya bahan baku tersebut di rendam dalam bak pengendapan selama satu minggu, kemudian proses penyaringan dan pengendapan kembali selama satu sampai dua hari dan dilanjukan dengan penjemuran selama dua hari, setelah kadar air berkurang (tidak sampai kering) tanah liat diangkat dan disimpan dengan wadah plastic atau diolah untuk langsung digunakan. dalam pembuatan gerabah yang ada di cot bada tunong sudah sesuai dengan prinsip desain. prinsip desain dalam membuat kriya gerabah terdiri atas kesatuan (unity), proporsi (proporsition), keseimbangan (balance), pengulangan, irama, dominan dan aksen (dominant and accen). dalam membuat kerajinan kriya gerabah prinsip dasar memegang peranan sangat penting dan lebih utama dari proses membuat gerabah.


Baca Juga : PERANCANGAN GEDUNG PERTUNJUKAN SENI DI BANDA ACEH (Deddy Handayani, 2014)


Abstract



    SERVICES DESK