Tanaman nilam (pogostemon cablin benth) merupakan tanaman perkebunan yang termasuk tanaman penghasil minyak atsiri dengan prospek ekonomi sangat baik. minyak nilam yang dihasilkan oleh tanaman nilam merupakan minyak atsiri utama yang diperdagangkan di pasar internasional. salah satu masalah dalam pengembangan nilam adalah produktivitas tanah yang rendah, untuk meningkatkan produktivitas tanah tersebut dapat dilakukan dengan mengkaji karakteristik fisika pada lahan nilam di kecamatan panga. tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat dan mengkaji karakteristik fisika tanah pada lahan nilam di kecamatan panga kabupaten aceh jaya. manfaat penelitian ini sebagai informasi dan referensi karakteristik fisika tanah pada lahan nilam di kecamatan panga kabupaten aceh jaya, sehingga dapat menentukan pengelolaan tanah untuk budidaya tanaman nilam tersebut. penelitian ini menggunakan metode survai deksriptif kuantitatif yang didasarkan pada pengamatan secara langsung di lapangan dan analisis di laboratorium. penelitian ini dilakukan pada lahan nilam di kecamatan panga kabupaten aceh jaya. tahapan penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, pembuatan peta, pelaksanaan di lapangan dan analisis laboratorium. sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm dari permukaan tanah, pengambilan sampel tanah dilakukan pada 3 lokasi lahan. berdasarkan luasan lahan diperoleh 4 sampel yang mewakili setiap lokasi lahan nilam dengan luas kurang lebih 1 hektar, sehingga diperoleh 12 titik pengamatan. sampel tanah terganggu yang diperoleh dimasukkan ke dalam plastik yang diberi nama atau kode menggunakan kertas label untuk dianalisis sifat kimia, pada sampel tanah tidak terganggu pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan ring sampel yang diberi kode menggunakan kertas label untuk dianalisis sifat fisika. setiap lokasi dicatat titik koordinatnya dengan menggunakan alat global positioning system (gps). parameter yang dianalisis yaitu tekstur, c-organik, kemantapan agregat, porositas, bobot isi, permeabilitas, struktur dan warna tanah. hasil yang didapatkan dalam penelitian karakteristik fisika tanah pada lahan nilam (pogostemon cablin benth) di kecamatan panga kabupaten aceh jaya yaitu pada lahan 1 dengan jenis tanah histosol tidak memiliki tekstur, struktur gumpal dengan tingkat perkembangan lemah, kemantapan agregat memiliki kriteria tidak mantap dengan indeks 30,68, porositas kriteria porous dengan indeks 85,19, c-organik memiliki kriteria sangat tinggi yaitu 21,84%, bobot isi memiliki kriteria rendah yaitu 0,38 g.cm-3, permeabilitas memiliki kriteria cepat yaitu 19,57 cm.jam-1, warna tanah yaitu (black). lahan 2 dengan jenis tanah ultisol memiliki tekstur debu, struktur gumpal bersudut dengan tingkat perkembangan sedang, kemantapan agregat memiliki kriteria agak mantap dengan indeks 50,77, porositas memiliki kriteria kurang baik dengan indeks 49,61, c-organik memiliki kriteria sedang yaitu 2,53%, bobot isi memiliki tinggi yaitu 1,31 g.cm-3, permeabilitas memiliki kriteria lambat-sedang yaitu 1,92 cm.jam-1, warna tanah yaitu (dark reddish brown). lahan 3 dengan jenis tanah ultisol memiliki tekstur debu, struktur gumpal bersudut dengan tingkat perkembangan sedang, kemantapan agregat memiliki kriteria agak mantap dengan indeks 51,14, porositas memiliki kriteria kurang baik dengan indeks 49,32, c-organik memiliki kriteria sedang yaitu 2,02%, bobot isi memiliki kriteria tinggi yaitu 1,31 g.cm-3, warna yaitu (dark reddish brown).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKA TANAH PADA LAHAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DI KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2024
Baca Juga : STATUS KESUBURAN KIMIA TANAH PADA BERBAGAI INTENSITAS PENANAMAN TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DI KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA (Rival Perwira, 2021)
Abstract
Patchouli (Pogostemon cablin Benth) is a plantation crop known for its production of essential oils, offering promising economic prospects. The patchouli oil produced is a major essential oil traded internationally. One of the challenges in developing patchouli cultivation is the low soil productivity, which can be addressed by examining the physical characteristics of the soil in the Panga District. This research aims to observe and assess the soil physics characteristics in patchouli fields in the Panga District of Aceh Jaya Regency. The benefits of this study include providing information and reference on the soil physics characteristics in patchouli fields in the Panga District, Aceh Jaya Regency, enabling effective soil management for patchouli cultivation.This study employed a quantitative descriptive survey method based on direct field observations and laboratory analyses. The research was conducted in patchouli fields in the Panga District of Aceh Jaya Regency. The research process included data collection, map creation, field implementation, and laboratory analysis. Soil samples were collected at a depth of 0-20 cm from the soil surface, with sampling conducted at 3 locations per field. Four samples were collected per field based on their area, each approximately 1 hectare, resulting in 12 observation points. Disturbed soil samples were labeled and placed in plastic bags for chemical property analysis, while undisturbed soil samples were collected using sample rings and labeled for physical property analysis. The coordinates of each location were recorded using a Global Positioning System (GPS). Parameters analyzed included texture, organic carbon (C-organic), aggregate stability, porosity, bulk density, permeability, soil structure, and color.The findings of the study on the physical characteristics of soil in patchouli fields (Pogostemon cablin Benth) in the Panga District of Aceh Jaya Regency are as follows: Field 1, with Histosol soil type, showed no specific texture, clumpy structure with weak development, unstable aggregate stability (30.68 index), high porosity (85.19 index), very high organic carbon content (21.84%), low bulk density (0.38 g.cm-3), fast permeability (19.57 cm.hr-1), and black soil color. Field 2, with Ultisol soil type, had dusty texture, angular clumpy structure with moderate development, moderately stable aggregate stability (50.77 index), poor porosity (49.61 index), moderate organic carbon content (2.53%), high bulk density (1.31 g.cm-3), moderate to slow permeability (1.92 cm.hr-1), and dark reddish brown soil color. Field 3, also with Ultisol soil type, exhibited dusty texture, angular clumpy structure with moderate development, moderately stable aggregate stability (51.14 index), poor porosity (49.32 index), moderate organic carbon content (2.02%), high bulk density (1.31 g.cm-3), and dark reddish brown soil color.