Penerapan sistem penanaman memiliki peran krusial dalam menentukan jumlah dan kualitas rumpun tanaman padi, serta produktivitas keseluruhan dari lahan pertanian. upaya meningkatkan produktivitas padi secara keseluruhan melibatkan pengembangan teknologi, sosial, dan ekonomi. salah satu strategi yang diusahakan adalah optimalisasi pengolahan tanah di lahan sawah serta penerapan sistem tanam jajar legowo. metode penanaman jajar legowo adalah salah satu teknologi yang dapat dipakai untuk mengatur kondisi tanaman per unit area, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas pertanian padi. namun, meskipun telah ada upaya untuk mengembangkan inovasi tersebut, tingkat adopsi oleh petani masih rendah. hal ini disebabkan oleh perbedaan persepsi petani terhadap kegiatan usahatani dan inovasi yang diperkenalkan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap olah tanah lahan sawah dan sistem tanam jajar legowo di kecamatan salang kabupaten simeulue. penelitian ini dilaksanakan di 5 desa yang berada di kecamatan salang kabupaten simeulue yaitu desa along, desa tamon jaya, desa jaya baru, desa mutiara, dan desa meunafa. penelitian ini dilaksanakan pada bulan april sampai mei 2023. sampel penelitian ini ditentukan menggunakan metode simple cluster random sampling dengan mengambil 10% dari total jumlah petani di desa tersebut. sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 67 petani yang dianggap dapat memberikan informasi yang sesuai dengan tujuan peneliti. data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada petani secara langsung. data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan metode skala likert yang dilandasi oleh teori menurut sugiyono. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi petani di kecamatan salang mendapatkan skor 1.094 dengan kategori "setuju", yang menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pengolahan tanah lahan sawah. meskipun demikian, petani di kecamatan salang masih cenderung menggunakan sistem tanam konvensional dalam budidaya pertanian mereka. survei menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap sistem tanam konvensional ini cenderung positif, dengan skor 1.103 dan kategori "setuju". sementara itu, persepsi petani terhadap inovasi sistem tanam jajar legowo dinilai "ragu-ragu" dengan skor 949. meskipun petani mengetahui tentang sistem ini, mereka ragu untuk menerapkannya karena kurangnya pemahaman dan informasi. pandangan mereka adalah sistem ini tidak menguntungkan karena meninggalkan lahan kosong yang bisa ditanami kembali dengan padi untuk meningkatkan hasil produksi. untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan upaya yang lebih intensif dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada petani mengenai sistem tanam jajar legowo, termasuk demonstrasi langsung di lapangan. selain itu, penyediaan akses yang lebih baik terhadap sumber daya dan teknologi yang dibutuhkan juga akan membantu meningkatkan adopsi inovasi ini.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGOLAHAN TANAH LAHAN SAWAH DAN PENERAPAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.) DI KECAMATAN SALANG KABUPATEN SIMUELUE. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2024
Baca Juga : ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI JAJAR LEGOWO DAN JAJAR LEGOWO SUPER DI KECMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (ANANDA YAUMIL AKHIR, 2018)
Abstract
The application of planting systems plays a crucial role in determining the number and quality of rice clumps, as well as the overall productivity of the farm. Efforts to increase the overall productivity of rice involve technological, social and economic development. One of the strategies pursued is the optimization of tillage in paddy fields as well as the application of the jajar legowo planting system. The jajar legowo planting method is one of the technologies that can be used to regulate crop conditions per unit area, with the hope of increasing rice farming productivity. However, despite efforts to develop the innovation, the level of adoption by farmers is still low. This is due to differences in farmers' perceptions of farming activities and the innovations introduced. This study aims to determine farmers' perceptions of paddy field tillage and the jajar legowo planting system in Salang District, Simeulue Regency. This research was conducted in 5 villages in Salang Sub-district, Simeulue Regency, namely Along Village, Tamon Jaya Village, Jaya Baru Village, Mutiara Village, and Meunafa Village. This research was conducted from April to May 2023. The sample was determined using simple cluster random sampling method by taking 10% of the total number of farmers in the village. So that the research sample obtained as many as 67 farmers who are considered to be able to provide information in accordance with the objectives of the researcher. The data used in this study are primary data obtained through questionnaires distributed to farmers directly. The data were analyzed using qualitative descriptive analysis with the Likert scale method based on the theory according to Sugiyono. The results of this study show that the perception of farmers in Salang Sub-district scored 1,094 with the category "agree", which indicates a good understanding of tillage of paddy fields. Nonetheless, farmers in Salang Sub-district still tend to use conventional cropping systems in their agricultural cultivation. The survey shows that farmers' perception towards this conventional cropping system tends to be positive, with a score of 1,103 and a category of "agree". Meanwhile, farmers' perception of the jajar legowo planting system innovation was rated as "undecided" with a score of 949. Although farmers know about this system, they are hesitant to implement it due to lack of understanding and information. Their view is that this system is not profitable as it leaves empty land that can be replanted with rice to increase production yields. To overcome these barriers, more intensive efforts are needed in providing education and counseling to farmers on the jajar legowo cropping system, including direct demonstrations in the field. In addition, providing better access to the required resources and technologies will also help increase the adoption of this innovation.
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI PADI DALAM MENGADOPSI JAJAR LEGOWO DI KABUPATEN ACEH BESAR DAN ACEH TIMUR (AHMAD RIZKY SINAGA, 2024)