Pemanfaatan batubara saat ini terus meningkat, namun hal ini bertentangan dengan upaya pengurangan emisi dan polusi yang dijalankan oleh berbagai negara di dunia. program hilirisasi menjadi salah satu jalan keluar pemanfaatan batubara yang lebih baik ketimbang pemanfaatan batubara secara langsung sebagai bahan bakar pltu. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dimetil eter (dme) yang dihasilkan dari perencanaan program hilirisasi batubara untuk subtitusi pemenuhan kebutuhan liquified petroleum gas (lpg) nasional. metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengambil data sekunder spesifikasi peralatan pengolahan dme. berdasarkan hasil pengolahan dan perancangan, pabrik hilirisasi batubara menjadi dme mampu mengolah bahan baku sebesar 7.000.000 ton batubara per tahun. kemudian, pabrik dme mampu mengkonversi 21,84% dari suplai batubara yang masuk dan menghasilkan 276,91 ton dme per jam. dme yang dihasilkan pertahun sebesar 1.528.533,07 ton belum mampu memenuhi kebutuhan lpg nasional secara keseluruhan yaitu sebesar 8.300.000 ton lpg pertahun. produksi dme hanya mampu memenuhi 18,42% atau 32,87% dari kebutuhan lpg nasional jika ditambahkan dengan produksi lpg domestik yang telah ada sebesar 1.200.000 ton lpg pertahun. kata kunci: hilirisasi, batubara, dimetil eter (dme), perancangan pabrik, liquified petroleum gas (lpg)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMODELAN PERENCANAAN HILIRISASI BATUBARA MENJADI DIMETIL ETER (DME) PENGGANTI LIQUIFIED PETROLEUM GAS (LPG) BERDASARKAN ASPEK PRODUKSI. Banda Aceh Fakultas Teknik Teknik Pertambangan,2024
Baca Juga : PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK PETROLEUM ETER BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN) DENGAN VITAMIN C TERHADAP AKTIVITAS CANDIDA ALBICANS (Nurul Khaira, 2015)
Abstract
Currently, coal use continues to increase, but this is in conflict with efforts to reduce emissions and pollution carried out by various countries in the world. The downstream program is a way out to utilize coal that is better than using coal directly as PLTU fuel. This research aims to determine the potential of Dimethyl Ether (DME) resulting from planning a coal downstream program to substitute for meeting national Liquified Petroleum Gas (LPG) needs. The method used is a quantitative method by taking secondary data on DME processing equipment specifications. Based on the processing and design results, the coal downstream factory into DME is capable of processing raw materials of 7,000,000 tons of coal per year. Then, the DME plant was able to convert 21.84% of the incoming coal supply and produce 276.91 tons of DME per hour. The DME produced per year is 1,528,533.07 tons, which is not yet able to meet the overall national LPG needs, namely 8,300,000 tons of LPG per year. DME production is only able to meet 18.42% or 32.87% of national LPG needs if added to existing domestic LPG production of 1,200,000 tons of LPG per year. Keywords: Downstream, Coal, Dimethyl Ether (DME), Factory Design, Liquified Petroleum Gas (LPG)
Baca Juga : KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT GALI MUAT DAN ANGKUT PENAMBANGAN BATUBARA PT MIFA BERSAUDARA (T RYO ROSMANDA PARASAMIA, 2018)