Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Fariz Masyhuri, EFEKTIFITAS PENATALAKSANAAN NYERI PASKA BEDAH DENGAN LEVOBUPIVACAIN SECARA EPIDURAL KONTINYU DIBANDINGKAN DENGAN PEMBERIAN BERKALA PADA PASIEN PEMBEDAHAN GINEKOLOGI. Banda Aceh Fakultas Kedokteran - Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif,2024

Nyeri merupakan salah satu efek yang ditimbulkan setelah prosedur pembedahan yang paling lazim terjadi dan seringkali menjadi permasalahan klinis. pada wanita yang menjalani operasi ginekologi, nyeri yang dirasakan pasca operasi dapat menjadi parah, mengganggu tidur dan nafsu makan, serta dapat mengakibatkan nyeri kronis yaitu nyeri terus menerus. analgesia epidural kontinyu adalah tatalaksana untuk kontrol nyeri pasca operasi setelah operasi yang sering digunakan pada pasien ginekologi. penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas penatalaksanaan nyeri paska bedah dengan levobupivacain secara epidural kontinu dibandingkan dengan pemberian berkala pada pasien pembedahan ginekologi. metode: penelitian ini termasuk studi observasional. peneliti mengalisa pemberian epidural anestesi dengan menggunakan levobupivacain secara kontiniyu di bandingkan dengan pemberian berkala pada pasien pembedahan ginekologi. evaluasi intensitas nyeri dilakukan menggunakan numeric rating scale (nrs) setiap 6,12 dan 24 jam post-operatif. analisis chi-square digunakan dalam penelitian ini dengan tingak kepercayaan 95%. hasil: jumlah subjek pada kelompok levobupivakain kontinyu (kelompok k) dan kelompok levobupivakain intermiten (kelompok p) adalah sebanyak 51 orang. analisis statistik menggunakan chi-square menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil nrs 6, 12 dan 24 jam paska operasi. namun pada kelompok pemberian levobupivakain intermiten tidak ada lagi pasien yang mengalami nyeri sedang dan berat pada 12 dan 24 jam paska operasi. kesimpulan: pemberian levobupivakain epidural intermitten lebih baik dibandingkan kontinyu dalam penatalaksanaan nyeri paska operasi terutama pada 12 dan 24 jam paska operasi. kata kunci: levobupivakain, epidural kontinyu, epidural intermiten, nyeri pasca operasi, ginekologi



Abstract

Introduction: Pain is a common issue that arises after surgical procedures and often presents a clinical challenge. Women who undergo gynecological surgery may experience severe pain following the procedure, which can disrupt their sleep, appetite, and potentially lead to chronic pain. Continuous epidural analgesia is a common method used to manage postoperative pain in gynecological patients. This study seeks to evaluate the effectiveness of continuous epidural levobupivacaine in managing post-surgical pain compared to intermittent epidural in patients who have undergone gynecological surgery. Method: This research is an observational study compare post-surgical pain management between continuous and intermittent epidural anesthesia using levobupivacaine in patients undergoing gynecological surgery. The evaluation of pain intensity was conducted using the numerical rating scale (NRS) at 6, 12, and 24-hour intervals after the operation. Chi-Square analysis was used in this study with a confidence level of 95%. Results: A total of 51 subjects were included in the study, with 25 in the continuous Levobupivacaine group (Group K) and 26 in the intermittent Levobupivacaine group (Group P). Statistical analysis using chi-square showed that there was no significant difference in NRS results at 6, 12, and 24 hours after surgery. However, in the intermittent Levobupivacaine group, no patients reported experiencing moderate or severe pain at 12 and 24 hours after surgery. Conclusion: Intermittent epidural of Levobupivacaine is more effective than continuous administration in managing postoperative pain, particularly at 12 and 24 hours following surgery. Keywords: Levobupivacaine, Continuous epidural, Intermittent epidural, Postoperative pain, Gynecology



    SERVICES DESK