Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
HAFIZ RAMADHANA, PENYELESAIAN KASUS KEKERASAN FISIK YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI SATUAN PENDIDIKAN MELALUI JALUR DIVERSI (STUDI DI DAYAH MADRASAH ULUMUL QUR’AN PAGAR AIR). Banda Aceh Fakultas Hukum,

Pasal 54 ayat (1) undang-undang republik indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, menyatakan bahwa anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. namun dalam kenyataannya masih saja terjadi tindakan kekerasan fisik oleh anak terutama dilakukan oleh sesama peserta didik. tujuan penulisan skripsi ini ialah untuk menjelaskan faktor-faktor dalam penyelesaian kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak di satuan pendidikan melalui diversi tanpa melibatkan penegak hukum, kekuatan hukum dalam penyelesaian kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak di satuan pendidikan melalui jalur diversi, dan pola dalam penyelesaian kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak di satuan pendidikan melalui jalur diversi di dayah madrasah ulumul qur’an pagar air. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris. data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari penelitian lapangan berupa hasil wawancara dengan responden dan informan. data sekunder yang didapatkan dari penelitian kepustakaan yakni dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku, teks, dan jurnal. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesepakatan dari keluarga korban dan pelaku juga mempengaruhi penyelesaian kasus, serta keterbukaan pesantren yang memiliki komitmen untuk menyelesaikan kasus secara damai tanpa melibatkan penegak hukum. kekuatan hukum dalam penyelesaian kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak di dayah melalui jalur diversi sangat kuat dan mengikat. diversi bukan hanya alternatif, tetapi merupakan kewajiban hukum yang harus di upayakan. pola penyelesaiannya adalah melakukan pemanggilan terhadap santri, menginterogasi santri, pemberian nasehat hingga konsekuensi hukuman berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh dayah di dalam peraturan nidham santri dayah madrasah ulumul qur’an pagar air. disarankan pihak pengasuhan santri agar lebih ditingkatkan untuk melakukan pembimbingan terhadap santri yang melangggar hukum dan lebih berperan aktif dalam melakukan pembinaan terhadap santri-santri yang melanggar aturan dayah madrasah ulumul qur’an.



Abstract

Article 54 paragraph (1) of Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, states that children in and within educational units are obliged to receive protection from acts of physical, psychological violence, crime. sexual, and other crimes committed by educators, education staff, fellow students, and/or other parties. However, in reality there are still acts of physical violence by children, especially by fellow students. The purpose of writing this thesis is to explain the factors in resolving cases of physical violence committed by children in educational units through diversion without involving law enforcement, legal force. in resolving cases of physical violence committed by children in educational units through the diversion route, and patterns in resolving cases of physical violence committed by children in educational units through the diversion route in Dayah Madrasah Ulumul Qur'an Water Fence. The type of research used in this research is empirical juridical. The data in this research uses primary data obtained from field research in the form of interviews with respondents and informants. Secondary data obtained from library research, namely by studying statutory regulations, books, texts and journals. The research results show that there is an agreement between the families of the victim and the perpetrator which also influences the resolution of the case, as well as the openness of the Islamic boarding school which is committed to resolving the case peacefully without involving law enforcement. The power of law in resolving cases of physical violence committed by children in Dayah through diversion is very strong and binding. Diversion is not just an alternative, but is a legal obligation that must be pursued. The solution pattern is to summon the students, interrogate the students, provide advice and punish consequences based on the rules set by the Dayah in the NIDHAM Santri Dayah Madrasah Ulumul Qur'an Pagar Air regulations. It is recommended that the supervision of students be improved to provide guidance to students who violate the law and play a more active role in providing guidance to students who violate the rules of Dayah Madrasah Ulumul Qur'an.



    SERVICES DESK