Sektor pertanian merupakan peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. banyak pekerja berasal dari sektor pertanian yang semestinya perlu dilindungi dan disejahterakan karena telah berjasa dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup. namun kenyataannya petani di indonesia sering dirugikan dengan pendapatan yang relatif kecil. badan pusat statistik (bps) mengeluarkan parameter untuk mengukur kesejahteraan petani selain menggunakan indikator nilai tukar petani (ntp), yakni menggunakan indikator nilai tukar pendapatan rumah tangga petani (ntprp). apabila ntprp menunjukkan angka yang cenderung tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa petani tersebut sudah mencapai tingkat sejahtera. sebaliknya, jika nilai ntprp relatif rendah, maka petani dapat diidentifikasi belum mencapai kesejahteraan. salah satu komoditi pertanian yang menjanjikan untuk pemasaran adalah nilam (pogostemon cablin, benth). meskipun tanaman nilam memiliki harga jual yang tinggi, petani nilam di kecamatan kluet tengah kabupaten aceh selatan belum bisa dikatakan sejahtera, karena pendapatan lebih rendah daripada pengeluaran. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa tingkat pendapatan, besarnya nilai tukar pendapatan rumah tangga petani dan apakah biaya produksi, pendapatan nilam, dan pengeluaran rumah tangga petani berpengaruh terhadap ntprp. penelitian ini dilakukan di kecamatan kluet tengah kabupaten aceh selatan pada bulan juli sampai agustus tahun 2023. teknik pengumpulan sampel responden ditentukan dengan teknik simple random sampling (secara acak) dan menggunakan rumus slovin, sehingga total sampel yang diperoleh adalah 80 responden dari 398 populasi. jenis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner serta observasi langsung kondisi yang sebenarnya terjadi pada responden penelitian. kemudian untuk data sekunder diperoleh dari badan pusat statistik (bps), dinas pertanian, literatur-literatur, jurnal penelitian, buku dan lainnya. selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis biaya, analisis pendapatan, analisis ntprp dan analisis regresi linear berganda. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan petani lebih besar daripada pengeluaran, namun jika hanya jika keluarga petani hanya mengandalkan pada pendapatan nilam saja, maka keluarga petani tidak mampu untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga, ntprp usahatani nilam tehadap total pengeluaran adalah < 1 maka keluarga petani belum sejahtera, untuk itu petani harus memiliki usaha-usaha lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. keseluruhan variabel yaitu biaya produksi, pendapatan nilam dan pengeluaran petani berdasarkan hasil uji f (simultan) berpengaruh signifikan terhadap ntprp. berdasarkan hasil uji t (parsial) variabel biaya produksi dan pendapatan nilam berpengaruh signifikan secara positif terhadap ntprp, namun variabel pengeluaran rumah tangga petani berpengaruh signifikan secara negatif terhadap ntprp.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS NILAI TUKAR PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI (NTPRP) NILAM DI KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2024
Baca Juga : ANALISIS SISTEM PEMASARAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI NILAM DI KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN (Tumiga Fadlan, 2020)
Abstract
The agricultural sector plays a very important role in meeting human needs. Many workers come from the agricultural sector who need to be protected and prosperous because they have contributed to fulfilling life's needs. However, in reality farmers in Indonesia are often disadvantaged by relatively small incomes. The Central Statistics Agency (BPS) issued parameters to measure farmer welfare apart from using the Farmer Exchange Rate (NTP) indicator, namely using the Farmer Household Income Exchange Rate (NTPRP) indicator. If the NTPRP shows a figure that tends to be high, it can be concluded that the farmer has reached a prosperous level. On the other hand, if the NTPRP value is relatively low, then farmers can be identified as not having achieved prosperity. One agricultural commodity that is promising for marketing is Patchouli (Pogostemon Cablin, Benth). Even though patchouli plants have a high selling price, patchouli farmers in Kluet Tengah District, South Aceh Regency cannot yet be said to be prosperous, because income is lower than expenditure. The aim of this research is to find out the level of income, the exchange rate of income of farmer households and whether production costs, patchouli income and farmer household expenditures have an effect on NTPRP. This research was conducted in Kluet Tengah District, South Aceh Regency from July to August 2023. The sample collection technique for respondents was determined using a simple random sampling technique (at random) and using the Slovin formula, so that the total sample obtained was 80 respondents from a population of 398. The types of data used in this research are primary data and secondary data. Primary data was obtained through direct interviews using questionnaires as well as direct observation of conditions that actually occurred among research respondents. Then secondary data was obtained from the Central Statistics Agency (BPS), agricultural services, literature, research journals, books and others. Next, the data was analyzed using cost analysis, income analysis, NTPRP analysis and multiple linear regression analysis. The results of this research show that farmers' income is greater than expenditure, but if the farming family only relies on patchouli income, then the farming family is unable to meet all the family's needs, the NTPRP of patchouli farming for total expenditure is < 1 then the farming family has not prosperous, for this reason farmers must have other businesses to meet their family's needs. All variables, namely production costs, patchouli income and farmer expenditures based on the F test results (simultaneous) have a significant effect on NTPRP. Based on the results of the t test (partial), the variables of production costs and income of patchouli have a significant positive effect on NTPRP, but the variable of farmer household expenditure has a significant negative effect on NTPRP.
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH DENGAN PENDEKATAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) (RILO PAMBUDI, 2021)