Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
RISMA DEWI PORTUNA PUTRI, CO-MANAGEMENT DALAM PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN KOTA UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KOTA LANGSA. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi,2024

Hutan kota langsa sebelum dikelola menjadi objek ekowisata hanya sebatas hutan belantara yang berfungsi sebagai paru-paru kota. pada tahun 2014 hutan kota langsa mulai direvitalisasi oleh pemerintah kota langsa sehingga menjadi produk ekowisata unggulan kota langsa. keberhasilan tatakelola hutan kota merupakan output dari adanya sistem kerja bersama berbasis co-management. tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses tahapan co-management dan untuk menganalisa peran dan fungsi dari setiap stakeholder dalam pengelolaan ekowisata hutan kota langsa. metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. penulis menggunakan skema tahapan co-management oleh grazia yang dikombinasikan dengan teori agil talcott parsons. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem tata kelola bersama berhasil dalam mengembangkan ekowisata hutan di kota langsa. kekuatan dari co-management dapat dilihat dari ada dan berjalannya skema tahapan proses co-management oleh grazia. pemerintah kota langsa merupakan pihak yang mendominasi diantara pihak lainnya yang terlibat dalam pengelolaan hutan kota. penulis mengidentifikasi beberapa permasalahan yang dihadapi seperti sdm yang tidak terpenuhi secara profesional, keuangan perusahaan yang belum mencukupi, hanya mengandalkan dana dari pemerintah sehingga pihak pengelola tidak bisa melalukan pembangunan, terlihat kurangnya partisipasi masyarakat karena pemerintah dan pengelola yang lebih mendominasi serta tidak adanya kelompok masyarakat sebagai pemantauan yang memastikan pengunaan sumber daya alam yang berkelanjutan. saran dari penulis agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penyusunan rekomendasi dalam mengembangkan ekowisata, dapat dijadikan rujukan bagi para akademisi maupun praktisi untuk melihat peluang mengembangkan sumber daya alam yang memperhatikan aspek kemasyarakatan dengan bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. kata kunci: co-management, stakeholder, agil, hutan kota


Baca Juga : STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA TAMAN HUTAN KOTA LANGSA (Cut natasya kamila, 2024)


Abstract

Before being managed as an ecotourism object, Langsa City Forest was only a wilderness that functioned as the city's lungs. In 2014 the Langsa City forest began to be revitalized by the Langsa City government so that it became Langsa City's leading ecotourism product. The success of urban forest governance is the output of a joint work system based on co-management. The aim of this research is to determine the process of co-management stages and to analyze the roles and functions of each stakeholder in the management of Langsa City forest ecotourism. The method used is qualitative with a case study approach. The author uses Grazia's co-management stage scheme combined with Talcott Parsons' AGIL theory. The results of this research conclude that the joint governance system is successful in developing forest ecotourism in Langsa City. The strength of Co-management can be seen from the existence and operation of Grazia's co-management process stage scheme. The Langsa City Government is the dominant party among other parties involved in urban forest management. The author identifies several problems faced such as human resources that are not professionally fulfilled, company finances are insufficient, only relying on funds from the government so that the management cannot carry out development, there is a lack of community participation because the government and managers dominate and the absence of community groups as monitoring that ensures sustainable use of natural resources. The author's suggestion is that the results of this research can be used as a basis for preparing recommendations for developing ecotourism, and can be used as a reference for academics and practitioners to look at opportunities to develop natural resources that pay attention to social aspects with the aim of improving the welfare of the surrounding community. Keywords: Co-management, Stakeholders, AGIL, City Forest



    SERVICES DESK