Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
DIKA YUDITIRA, PEMETAAN ATRIBUT KEBUN KOPI (COFFEA SP.) EKSISTING DAN POTENSI BERDASARKAN TOPOGRAFI DI KABUPATEN BENER MERIAH.. Banda Aceh Fakultas pertanian Ilmu Tanah,2024

Tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang sejak lama sudah dibudidayakan di indonesia. ada dua spesies tanaman kopi yang dikenal secara umum dan dibudidayakan oleh masyarakat aceh yaitu kopi arabika (coffea arabica) dan kopi robusta (coffea canephora). kopi jenis arabika banyak ditanam di dataran tinggi. sedangkan jenis kopi robusta banyak ditanam oleh masyarakat di dataran rendah. berdasarkan data badan pusat statistik kabupaten bener meriah (2024) komoditas unggulan kabupaten bener meriah adalah kopi yang berjumlah produksi sebanyak 25,060 ribu ton. rumusan permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah, pengkelasan apa saja yang dapat dijadikan atribut pada tanaman kopi dan dimanakah pertambahan lahan yang berpotensi untuk dapat dikembangkan tanaman kopi di kabupaten bener meriah. berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati keadaan dan pengkelasan pada kebun kopi, yang nantinya sajikan pada data atribut table kebun kopi di kabupaten bener meriah, serta untuk menganalisis potensi untuk dikembangkan kebun kopi berdasarkan topografi di kabupaten bener meriah. hasil analisis menunjukkan kebun kopi eksisting kabupaten bener meriah memiliki luas sebesar 31.761,03 ha, persebaran kebun kopi di kecamatan permata menjadi yang terbesar di kabupaten bener meriah sebesar 5.674,16 ha, dan kecamatan dengan areal kebun kopi paling kecil terdapat pada kecamatan syiah utama dengan luas 75,25 ha. jenis naungan yang paling banyak ialah campuran (lamtoro, alpukat, durian, jeruk dan nangka) mencapai 31.373,38. kondisi tanaman paling dominan adalah tanaman yang sudah menghasilkan, memiliki persentase mencapai 99,97%, kerapatan naungan dengan kategori rapat sebesar 95,58%, dan untuk tanaman campuran terdiri dari: pisang, kakao, pinang dan cabai. dari hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil kawasan yang berpotensi berdasarkan topografi seluas 23.883,93 ha.



Abstract

The coffee plant is a plantation crop that has been cultivated in Indonesia for a long time. There are two species of coffee plants that are generally known and cultivated by the people of Aceh, namely Arabica coffee (Coffea arabica) and Robusta coffee (Coffea canephora). Arabica coffee is widely grown in the highlands. Meanwhile, Robusta coffee is widely planted by people in the lowlands. Based on data from the Bener Meriah Regency Central Statistics Agency (2024), Bener Meriah Regency's leading commodity is coffee, with production totaling 25,060 thousand tons. The formulation of the problem studied in this research is, what classifications can be used as attributes of coffee plants and where is the additional land that has the potential to be able to develop coffee plants in Bener Meriah Regency. Based on the problem that has been formulated, the aim of this research is to observe the condition and classification of coffee plantations, which will later be presented in the attribute data table for coffee plantations in Bener Meriah Regency, as well as to analyze the potential for developing coffee plantations based on topography in Bener Meriah Regency. The results of the analysis show that the existing coffee plantations in Bener Meriah Regency have an area of ​​31,761.03 ha, the distribution of coffee plantations in Permata District is the largest in Bener Meriah Regency at 5,674.16 ha, and the sub-district with the smallest coffee plantation area is Syiah Utama District with area 75.25 ha. The most common type of shade is a mixture (lamtoro, avocado, durian, orange and jackfruit) reaching 31,373.38. The most dominant crop conditions are plants that are already producing, with a percentage reaching 99.97%, shade density with a dense category of 95.58%, and for mixed crops consisting of: banana, cocoa, areca nut and chili. From the results of the analysis that has been carried out, the potential area based on topography is 23,883.93 ha.



    SERVICES DESK