Kota banda aceh yang menjadi ibu kota provinsi aceh dan dikenal sebagai kota syariat islam, namun peningkatan kasus tertangkapnya psk (pekerja seks komersial) dan mucikari dalam praktik prostitusi online semakin bertambah. praktik prostitusi online ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena aturan syariat islam yang sangat ketat di aceh. berdasarkan latar latar belakang penelitian ini muncul suatu rumusan masalah yaitu “bagaimana bentuk komunikasi pra-transaksi dalam praktik prostitusi online pada media sosial di kota banda aceh?”, sehingga muncul tujuan dari peneltiian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam terkait bentuk komunikasi pra-transaksi yang dilakukan oleh psk (pekerja seks komersial) dalam praktik prostitusi online menggunakan media sosial. untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, melibatkan tiga informan yang terdiri dari dua informan utama yang merupakan psk (pekerja seks komersial) dan satu informan pendukung yang merupakan mucikari. adapun ruang lingkup yang dikaji dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal yang memiliki dua jenis bentuk komunikasi yaitu bentuk komunikasi verbal dan non verbal. berlandaskan dengan menganut teori interaksionisme simbolik akan dapat membantu tercapainya tujuan dari penelitian ini yang mana teori ini memiliki tiga gagasan dasar yaitu pikiran, diri, dan masyarakat. hasil penelitian ini adalah psk menggunakan media sosial untuk memudahkan mereka dalam mencari tamu karena dianggap lebih aman dibandingkan mencari tamu secara tatap muka, kemudian berkomunikasi dengan memakai istilah-istilah atau simbol untuk menutupi identitas mereka melakukan komunikasi verbal ketika melakukan pra- transaksi untuk memudahkan berkomunikasi baik kepada tamu maupun sesama rekan antar psk (pekerja seks komersial). saran untuk penelitian selanjutnya diraharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk melakukan penelitian yang memiliki nilai kebaruan di masa yang akan datang. kata kunci : bentuk komunikasi verbal non verbal, psk (pekerja seks komersial), pra-transaksi praktik, prostitusi online, media sosial.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
BENTUK KOMUNIKASI PSK (PEKERJA SEKS KOMERSIAL) DALAM PRAKTIK PROSTITUSI ONLINE PADA MEDIA SOSIAL DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2024
Baca Juga : PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM KEJAHATAN PROSTITUSI ONLINE DI ACEH (Safirah Hanini, 2024)
Abstract
The city of Banda Aceh, which is the capital of Aceh province and known as an Islamic Sharia city, is witnessing an increase in the number of sex workers and pimps being caught in online prostitution practices. This online prostitution is conducted clandestinely due to the strict Sharia laws in Aceh. Based on this background, the research problem formulated is: "What are the forms of communication from pre-transaction to post-transaction in online prostitution practices on social media in the city of Banda Aceh?" The purpose of this research is to gain a deeper understanding of the forms of pre-transaction and post-transaction communication carried out by sex workers in online prostitution using social media. To achieve the objectives of this research, three informants were involved: two main informants who are sex workers and one supporting informant who is a pimp. The scope examined in this research is Interpersonal Communication, which includes two types of communication forms: verbal and non-verbal. By applying symbolic interactionism theory, which has three basic concepts—mind, self, and society—this research aims to achieve its objectives. The results of this study show that sex workers use social media to find clients as it is considered safer compared to face-to-face solicitation. They communicate using terms or symbols to conceal their identities, employing verbal communication during pre-transaction to post-transaction stages to facilitate communication with clients and fellow sex workers. Future research is suggested to use this study as a reference for conducting research that offers new insights. Keywords: Forms of Verbal and Non-Verbal Communication, Sex Workers, Pre-Transaction Online Prostitution Practices, Social Media.
Baca Juga : PERAN PEMERINTAH TERHADAP PERILAKU PROSTITUSI ONLINE DI KOTA BANDA ACEH (NURUL USWATUN HASANA, 2021)