Siklus menstruasi yang dialami tentu berbeda-beda pada masing-masing orang bahkan pada wanita kembar. gejala yang dirasakan menjelang menstruasi juga beragam seperti pusing, sulit berkonsentrasi, nyeri payudara, gangguan tidur, gangguan buang air besar, nafsu makan yang bertambah, timbulnya jerawat, keletihan, serta rasa gelisah atau cemas yang berlebih. penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan siklus menstruasi dan gejala pra menstruasi yang dirasakan atlet. penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, memberikan gambaran mengenai apa yang akan diteliti dan diukur secara pasti. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. sampel penelitian ini adalah seluruh atlet beladiri pelatda sentralisasi persiapan pon sebanyak 42 orang menggunakan teknik total sampling, dan sebagai pembanding sebanyak 30 atlet non beladiri. teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan pilihan jawaban ya dan tidak. data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan nilai jawaban angket, menghitung nilai persentase, dan pengujian menggunakan chi-square. simpulan dari penelitian ini adalah seluruh atlet memiliki siklus menstruasi yang normal selama 35 hari sekali. gejala pre menstrual syndrome (pms) yang dirasa tidak mengganggu seperti rasa sensitif, gangguan tidur, timbulnya jerawat, sembelit, dan nafsu makan yang bertambah. sementara gejala yang dirasakan mengganggu seperti pusing, sakit kepala, letih, cemas berlebih, dan sulitnya berkonsentrasi. berdasarkan hasil uji chi square menunjukkan bahwa dengan membandingkan nilai asymp. sig. dengan batas nilai kritis yakni 0.05”. diketahui bahwa nilai hasil analisis chi-square adalah sebesar 0,071 pada taraf level kepercayaan 0.05 atau 95% atau α = 0.05. sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa chi-square > 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang berarti sesuai variabel gejala pre menstrual syndrome yang dialami antara atlet beladiri dan non beladiri. saran kepada pelatih agar berkoordinasi dengan tenaga medis dan tim gizi untuk menemukan solusi tepat meredakan gejala yang dirasa mengganggu
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS SIKLUS MENSTRUASI DAN GEJALA PRE MENSTRUAL SYNDROME PADA ATLET BELADIRI PELATDA PON ACEH TAHUN 2024. Banda Aceh Fakultas KIP Magister Pendidikan Olahraga,2024
Baca Juga : PERFORMA VO2MAX ATLET BELADIRI PADA KONDISI PRE MENSTRUASI DAN MENSTRUASI PELATDA PON KE XX 2020 DI PAPUA (Teta Arum Darandi, 2020)
Abstract
The menstrual cycle experienced is certainly different for each person, even twins. The symptoms felt before menstruation also vary, such as dizziness, difficulty concentrating, breast pain, sleep disturbances, defecation disorders, increased appetite, acne, fatigue, and excessive anxiety or anxiety. This study aims to describe the menstrual cycle and pre-menstrual symptoms experienced by athletes. This research uses a descriptive type of research, providing an overview of what will be researched and measured with certainty. The approach used is a qualitative approach. The sample for this research was all martial arts athletes at the centralized regional training for PON preparation, 42 people using a total sampling technique, and as a comparison, 30 non-martial arts athletes. The data collection technique uses a closed questionnaire with yes and no answer options. The data obtained was then analyzed using questionnaire answer values, calculating percentage values, and testing using chi-square. The conclusion of this research is that all athletes have normal menstrual cycles of 35 days. Symptoms of pre-menstrual syndrome (PMS) that are not considered disturbing include sensitivity, sleep disturbances, acne, constipation and increased appetite. Meanwhile, the symptoms that are felt are disturbing, such as dizziness, headaches, fatigue, excessive anxiety, and difficulty concentrating. Based on the results of the chi square test, it shows that by comparing the Asymp. Sig. with a critical value limit of 0.05”. It is known that the value of the chi-square analysis results is 0.040 at a confidence level of 0.05 or 95% or α = 0.05. so it can be said that chi-square < 0.05. So it can be concluded that there is no significant difference according to the pre-menstrual syndrome symptom variables experienced between martial arts and non-martial arts athletes. Advice to trainers is to coordinate with medical personnel and the nutrition team to find the right solution to relieve symptoms that they feel are bothersome
Baca Juga : HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI SISWI SMA NEGERI 10 BANDA ACEH (WELIANA, 2014)