Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Najmul Amira Usman, THE USE OF CODE-MIXING IN ALTERNATE UNIVERSE STORY. Banda Aceh Fakultas FKIP,2024

Penelitian ini membahas fenomena campur kode dalam alternate universe (au), sebuah fanfiksi yang diposting dalam bentuk chat palsu di x. penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis campur kode dan alasan penggunaan campur kode di dalam cerita. data dalam penelitian ini diperoleh dari salah satu au yang memiliki campur kode yaitu “is it worth it?” yang ditulis oleh @mothrapixie. data penelitian ini dikumpulkan dengan analisis dokumen. peneliti menentukan jenis-jenis campur kode yang dikemukakan oleh muysken (2000), yaitu penyisipan, pergantian, dan leksikalisasi kongruen. untuk menentukan alasan penggunaan campur kode, peneliti menggunakan teori hoffman (1991); berbicara tentang suatu topik, bersikap tegas terhadap sesuatu, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, menunjukkan identitas kelompok, mengutip orang lain, interjeksi, dan tujuan untuk mengklarifikasi. hasil penelitian menunjukkan ada 98 campur kode. jenis campur kode yang ditemukan adalah penyisipan ada 69 data, leksikalisasi kongruen ada 15 data, dan pergantian ada 14 data. alasan penggunaan campur kode adalah untuk membicarakan topik tertentu sebanyak 72 data, bersikap tegas terhadap sesuatu ada 12 data, pengulangan untuk klarifikasi ada 9 data, dan mengekspresikan identitas kelompok ada 5 data. hasilnya telah memenuhi ketiga jenis campur kode dan memiliki 5 alasan penggunaan campur kode.



Abstract

This research discusses the phenomenon of code-mixing in the Alternate Universe (AU), a fanfiction posted in the form of fake chats on X. This descriptive qualitative research aims to find out the types of code-mixing and the reasons for using code-mixing in the story. The data in this study were obtained from one of the AU that has code-mixing “Is It Worth It?” written by @mothrapixie. The data of this research was collected by document analysis. The researcher determined the types of code-mixing proposed by Muysken (2000); insertion, alternation, and congruent lexicalization. To determine the reasons for using code-mixing, the researcher used Hoffman's (1991) theory; talking about a particular topic, being emphatic about something, repetition used for clarification, expressing group identity, quoting somebody else, interjection, and intention to clarify. The results showed there were 98 code-mixing. The types of code-mixing found are insertion 69 data, congruent lexicalization 15 data, and alternation 14 data. The reason for using code-mixing is talking about particular topic 72 data, being emphatic 12 data, repetition used for clarification 9 data, and expressing group identity 5 data. The result has committed all 3 types of code-mixing and has 5 reasons for using code-mixing.



    SERVICES DESK