Orangutan sumatera (pongo abelii) adalah primata endemik pulau sumatra yang saat ini hanya dapat ditemukan di dua provinsi, yaitu sumatra utara dan aceh. sarang termasuk salah satu bukti penting untuk melihat keberadaan dan populasi orangutan sumatera di suatu kawasan. salah satu habitat orangutan di sumatra adalah stasiun penelitian ketambe, yaitu pusat penelitian yang termasuk ke dalam kawasan ekosistem leuser (kel). tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik sarang dan pohon sarang orangutan sumatera berdasarkan tingkat umur dan jenis kelamin individu orangutan sumatera di stasiun penelitian ketambe. penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan dimulai pada tanggal 22 september s.d. 20 november 2023 di stasiun penelitian ketambe. parameter penelitian terdiri atas individu orangutan sumatera berdasarkan jenis kelamin dan kelas umur, karakteristik pohon dan karakteristik sarang orangutan sumatera. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah/eksplorasi dengan cara menelurusuri jalur penelitian yang dilewati orangutan. pengambilan sampel pohon dan sarang menggunakan metode purposive sampling berdasarkan jenis kelamin dan kelas umur pada orangutan sumatera. hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakteristik pohon sarang orangutan sumatera di stasiun penelitian ketambe, meliputi jenis pohon sarang orangutan yang didominasi oleh famili euphorbiaceae dan annonaceae, tinggi pohon sarang (tp) orangutan betina, baik remaja maupun dewasa berada pada ketinggian antara 12–15.45 meter dan orangutan jantan dewasa pada ketinggian 15.7 meter, dan diameter pohon sarang orangutan betina dewasa berkisar antara 23.24–30.25 cm, orangutan betina remaja berkisar antara 28.66 – 31.84 cm, dan orangutan jantan dewasa memilih pohon sarang berdiameter 26.43 cm. tipe tajuk yang digunakan didominasi oleh tipe tajuk d (payung) dan tipe tajuk c (kerucut). sementara karakteristik sarang orangutan sumatera, meliputi kelas, posisi, dan tinggi sarang. orangutan betina dewasa membangun sarang pada kelas sarang a (baru) pada posisi 2 (ujung cabang) dan posisi 3 (pucuk pohon) dengan ketinggian sarang 10.5–12.2 meter. pada orangutan betina remaja mermbangun sarang pada kelas sarang a (baru) di posisi 3 (pucuk pohon) dengan ketinggian sarang 13.4–15.45 meter, dan pada orangutan jantan dewasa membuat sarang pada kelas a, b, dan c di posisi 1 (pangkal cabang utama) dan posisi 3 (pucuk pohon) dengan ketinggian 13.4 – 15.7 meter. kata kunci: ketambe, sarang orangutan, orangutan sumatera, jenis kelamin dan kelas umur.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KARAKTERISTIK SARANG ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER. Banda Aceh Fakultas Pertanian - Kehutanan,2024
Baca Juga : PERILAKU HARIAN INDUK BETINA DAN ANAK ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII LESSON, 1827) DI STASIUN PENELITIAN SUAQ BALIMBING, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (Miftahul Jannah, 2021)
Abstract
The Sumatran orangutan (Pongo abelii) is an endemic primate of Sumatra Island that can currently only be found in two provinces, namely North Sumatra and Aceh. Nests are one of the important evidence to see the existence and population of Sumatran orangutans in an area. One of the orangutan habitats in Sumatra is the Ketambe Research Station, a research center included in the Leuser Ecosystem Area (KEL). The purpose of this study was to determine the differences in the characteristics of nests and nesting trees of Sumatran orangutans based on the age level and sex of individual Sumatran orangutans at the Ketambe Research Station. This research was carried out for two months starting from September 22 to November 20, 2023 at the Ketambe Research Station. The study parameters consisted of individual Sumatran orangutans based on sex and age class, tree characteristics and Sumatran orangutan nest characteristics. The methods used in this study are Roaming / exploration methods by tracing the research paths passed by orangutans. Tree and nest sampling using purposive sampling method based on sex and age class in Sumatran orangutans. The results showed that the characteristics of Sumatran orangutan nest trees at the Ketambe Research Station, including orangutan nest tree species dominated by the Euphorbiaceae and Annonaceae families, the height of the nest tree (TP) of female orangutans, both juvenile and adult at an altitude of between 12-15.45 meters and adult male orangutans at an altitude of 15.7 meters, and the diameter of adult female orangutan nest trees ranging from 23.24-30.25 cm, Juvenile female orangutans range from 28.66 – 31.84 cm, and adult male orangutans choose nest trees with a diameter of 26.43 cm. The header type used is dominated by header type D (umbrella) and header type C (cone). While the characteristics of Sumatran orangutan nests, include class, position, and nest height. Adult female orangutans build nests in nest class A (new) at position 2 (branch tip) and position 3 (tree top) with a nest height of 10.5–12.2 meters. Juvenile female orangutans build nests in nest class A (new) in position 3 (tree tops) with a nest height of 13.4–15.45 meters, and adult male orangutans build nests in classes A, B, and C in position 1 (base of main branch) and position 3 (tree tops) with a height of 13.4 – 15.7 meters. Keywords: Ketambe, Orangutan nest, Sumatran orangutan, gender and age class.
Baca Juga : TAKSONOMI DAN EKOLOGI RAYAP YANG DIKONSUMSI ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI STASIUN PENELITIAN SUAQ BALIMBING TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (Nazila Munawira, 2025)