Indonesia merupakan negara produksi kelapa sawit terbesar di dunia sehingga dalam pengelolaannya mendapatkan berbagai tantangan mulai dari konversi lahan, konflik satwa hingga pencemaran lingkungan perairan. kontaminasi limbah cair kelapa sawit/pome pada lingkungan perairan akan menimbulkan dampak negatif bagi organisme perairan dan berpotensi dapat menganggu fisiologi ikan seperti pada kualitas warna ikan. ikan zebra (danio rerio) merupakan jenis ikan hias yang banyak diminati karena keindahan warna tubuhnya , ikan ini hidup di sungai, kolam, dan badan air dengan aliran tenang lainnya bahkan dapat ditemukan di sawah. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak limbah cair kelapa sawit pada konsentrasi kronik terhadap kualitas warna ikan zebra (danio rerio) melalui pengukuran persentase nilai rgb dan hsb pada badan dan sirip ekor ikan menggunakan aplikasi adobe photoshop cs5. penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan dengan rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu perlakuan kontrol konsentrasi limbah (0 ml/l), perlakuan a (ta) konsentrasi limbah (0.5 ml/l), dan perlakuan b (tb) konsentrasi limbah (1 ml/l). hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan zebra(danio rerio) yang terpapar limbah cair kelapa sawit pada konsentrasi kronik mengalami perubahan warna. persentase nilai red badan menurun signifikan antara kelompok kontrol dan tb pada hari ke 7 hingga hari ke 28 masa pemeliharaan. sementara itu, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada nilai green dan blue badan hingga akhir masa pemeliharaan. persentase nilai green ekor menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak hari ke 14, sementara pada persentase nilai red dan blue menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hari ke 28. persentase nilai hue badan menunjukkan peningkatan yang signifikan antara kontrol dengan tb pada hari ke 28, sementara itu nilai hue ekor tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. tidak ditemukan perbedaan signifikan antar perlakuan terhadap nilai saturation badan dan ekor ikan zebra hingga akhir masa pemeliharaan. persentase nilai brightness badan menunjukkan penurunan pada ta dan tb dibanding kontrol mulai hari ke 7 hingga hari ke 28. sementara itu, persentase nilai brightness ekor pada ta dan tb menurun signifikan dibanding kontrol teramati pada hari ke 28 masa pemeliharaan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KUALITAS WARNA IKAN ZEBRA (DANIO RERIO) YANG TERPAPAR LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT PADA KONSENTRASI KRONIK. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2024
Baca Juga : TOKSISITAS KRONIK LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DETAK JANTUNG LARVA IKAN ZEBRA (DANIO RERIO) (Munawarah, 2025)
Abstract
Indonesia merupakan negara produksi kelapa sawit terbesar di dunia sehingga dalam pengelolaannya mendapatkan berbagai tantangan mulai dari konversi lahan, konflik satwa hingga pencemaran lingkungan perairan. Kontaminasi limbah cair kelapa sawit/POME pada lingkungan perairan akan menimbulkan dampak negatif bagi organisme perairan dan berpotensi dapat menganggu fisiologi ikan seperti pada kualitas warna ikan. Ikan zebra (Danio rerio) merupakan jenis ikan hias yang banyak diminati karena keindahan warna tubuhnya , ikan ini hidup di sungai, kolam, dan badan air dengan aliran tenang lainnya bahkan dapat ditemukan di sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak limbah cair kelapa sawit pada konsentrasi kronik terhadap kualitas warna ikan zebra (Danio rerio) melalui pengukuran persentase nilai RGB dan HSB pada badan dan sirip ekor ikan menggunakan aplikasi Adobe photoshop CS5. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu perlakuan Kontrol konsentrasi limbah (0 ml/L), perlakuan A (TA) konsentrasi limbah (0.5 ml/L), dan perlakuan B (TB) konsentrasi limbah (1 ml/L). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan zebra(Danio rerio) yang terpapar limbah cair kelapa sawit pada konsentrasi kronik mengalami perubahan warna. Persentase nilai red badan menurun signifikan antara kelompok kontrol dan TB pada hari ke 7 hingga hari ke 28 masa pemeliharaan. Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada nilai green dan blue badan hingga akhir masa pemeliharaan. Persentase nilai green ekor menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak hari ke 14, sementara pada persentase nilai red dan blue menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hari ke 28. Persentase nilai hue badan menunjukkan peningkatan yang signifikan antara kontrol dengan TB pada hari ke 28, sementara itu nilai hue ekor tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antar perlakuan terhadap nilai saturation badan dan ekor ikan zebra hingga akhir masa pemeliharaan. Persentase nilai brightness badan menunjukkan penurunan pada TA dan TB dibanding kontrol mulai hari ke 7 hingga hari ke 28. Sementara itu, persentase nilai brightness ekor pada TA dan TB menurun signifikan dibanding kontrol teramati pada hari ke 28 masa pemeliharaan.
Baca Juga : PENGHILANGAN WARNA LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF CANGKANG SAWITRN(ELAIES GUINEENSIS JACQ.) (Kiki Ferlita, 2024)