Bahan pakan merupakan suatu bahan yang dapat dijadikan pakan baik yang sudah diolah maupun belum diolah. bahan pakan untuk ternak sebaiknya di dalamnya mengandung nutrisi yang baik untuk kebutuhan ternak, mudah diperoleh, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia dan harus tersedia sepanjang tahun atau musim. bahan pakan bisa berasal dari tanaman, hewan ataupun limbah industri pertanian maupun peternakan. salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan pakan adalah tanaman talas. sampai dengan saat ini pemanfaatan batang dan daun talas sebagai pakan alternatif untuk ternak sudah dilakukan namun masih belum optimal dikarenakan pada batang dan daun talas terkandung serat kasar yang cukup tinggi serta memiliki zat anti nutrisi, maka untuk mengoptimalkan pemakaian batang dan daun talas dalam ransum maka perlu diolah terlebih dahulu dengan cara fermentasi menggunakan effective microorganisme-4 (em4). penelitian ini akan dilaksanakan di laboratorium ilmu dan teknologi produksi ternak unggas, laboratorium ilmu nutrisi dan teknologi pakan departemen peternakan, laboratorium analisis hasil pertanian jurusan teknologi hasil pertanian, laboratorium ilmu penyakit tanaman jurusan proteksi tanaman fakultas pertanian, universitas syiah kuala, darussalam, banda aceh. penelitian ini dilaksanakan pada bulan desember 2023– januari 2024. penelitian ini menggunakan batang dan daun talas, larutan em4 sebagai inoculum dan difermentasi selama 14 hari. rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. kelima perlakuan tersebut terdiri dari perlakuan pertama (batang dan daun talas sebelum difermentasi), perlakuan kedua (batang dan daun talas + 0% larutan em4), perlakuan ketiga (batang dan daun talas + 5% larutan em4), perlakuan keempat (batang dan daun talas + 10% larutan em4), perlakuan kelima (batang dan daun talas + 15% larutan em4). parameter yang diamati terdiri atas kualitas fisik yang meliputi warna, bau dan juga tekstur. kualitas kimia yang meliputi uji ph, kadar air, protein kasar dan serat kasar. kualitas mikrobiologi dengan melakukan uji tpc bal. data yang diperoleh dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan uji duncan untuk hasil yang didapatkan berpengaruh nyata. hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa fermentasi batang dan daun talas menggunakan em4 selama 14 hari jika dilihat dari uji kualitas fisik terjadi perubahan terhadap warna, aroma dan tekstur bahan. secara statistik berpengaruh sangat nyata terhadap ph, kadar air dan serat kasar. namun tidak berpengaruh terhadap protein kasar dan jumlah bal. penggunaan em4 hingga kadar 15% pada proses fermentasi sudah mampu mendegradasi serat kasar akan tetapi belum mampu menaikkan kandungan protein kasar. bahkan melalui uji mikrobiologi yang dilakukan terlihat bahwa perlakuan kontrol cenderung memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KUALITAS FISIK, KIMIA DAN MIKROBIOLOGI TANAMAN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN EM4 UNTUK PAKAN TERNAK. Banda Aceh Fakultas Pertanian Peternakan (S1),2024
Baca Juga : KUALITAS FISIK, KIMIA, DAN MIKROBIOLOGI KULIT UBI KAYU FERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN ITIK PEDAGING (DHAEFA AUDINA, 2024)
Abstract
Feed ingredients are materials that can be used as feed, either processed or unprocessed. Feed ingredients for livestock should contain good nutrition for livestock needs, be easy to obtain, not compete with human needs and must be available throughout the year or season. Feed ingredients can come from plants, animals or agricultural or livestock industry waste. One plant that has the potential to be used as a feed ingredient is the taro plant. Until now, the use of taro stems and leaves as an alternative feed for livestock has been carried out but is still not optimal because taro stems and leaves contain quite a high amount of crude fiber and have anti-nutritional substances, so to optimize the use of taro stems and leaves in rations it is necessary processed first by fermentation using Effective Microorganism-4 (EM4). This research will be carried out at the Poultry Production Science and Technology Laboratory, Nutrition Science and Feed Technology Laboratory, Department of Animal Husbandry, Agricultural Product Analysis Laboratory, Agricultural Product Technology Department, Plant Disease Science Laboratory, Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. This research was carried out in December 2023–January 2024. This research used taro stems and leaves, EM4 solution as inoculum and fermented for 14 days. This research design used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The five treatments consisted of the first treatment (taro stems and leaves before fermentation), the second treatment (taro stems and leaves + 0% EM4 solution), the third treatment (taro stems and leaves + 5% EM4 solution), the fourth treatment (stems and leaves taro + 10% EM4 solution), fifth treatment (taro stems and leaves + 15% EM4 solution). The parameters observed consist of physical qualities which include color, smell and texture. Chemical quality which includes pH tests, water content, crude protein and crude fiber. Microbiological quality by carrying out the BAL TPC test. The data obtained were analyzed using ANOVA and continued with the Duncan test for the results obtained to have a significant effect. The results of this research can show that fermentation of taro stems and leaves using EM4 for 14 days, if seen from the physical quality test, there were changes to the color, aroma and texture of the material. Statistically, it has a very significant effect on pH, water content and crude fiber. However, it had no effect on crude protein and the number of BAL. The use of EM4 up to 15% in the fermentation process has been able to degrade crude fiber but has not been able to increase the crude protein content. In fact, through microbiological tests carried out, it can be seen that the control treatment tends to have better quality compared to other treatments.