Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Salwa Fadia, BUDAYA DAN IDENTITAS MASYARAKAT MALAYSIA DALAM PERKEMBANGAN BAJU KURUNG MODERN. Banda Aceh Fakultas FKIP,2024

Baju kurung merupakan simbol budaya dan identitas masyarakat melayu di malaysia. namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan tren berbusana, baju kurung mengalami variasi dalam desain dan penggunaan sehingga memicu perdebatan mengenai pelestarian nilai-nilai tradisional. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya melayu dan identitas masyarakat malaysia dalam perkembangan baju kurung modern, serta mengetahui faktor-faktor budaya dan identitas masyarakat dalam penerimaan dan pengembangan baju kurung modern. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan mendalami persepsi, keyakinan, dan pandangan terhadap baju kurung. informan penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat asli, penjaga museum, pegawai jabatan warisan negara, dan penjual baju kurung, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-dept interview) dengan perekam suara dan kamera. teknik analisis data yang digunakan adalah analisis naratif dengan proses pengelompokan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa 1) baju kurung adalah busana tradisional melayu di malaysia yang menjadi baju resmi di berbagai acara penting, baik keagamaan maupun pemerintahan. baju kurung modern mengalami perkembangan namun tetap mempertahankan bentuk asli untuk memelihara budaya dan identitas masyarakat malaysia, 2) preferensi tinggi masyarakat malaysia terhadap baju kurung modern didukung oleh perancang busana yang rutin merilis koleksi sesuai trend dan pemerintah yang mewajibkan penggunaannya dalam acara formal melalui akta kebangsaan dan kode etika resmi.



Abstract

Baju kurung is a symbol of Malay culture and identity in Malaysia. However, along with the times and changes in fashion trends, baju kurung has experienced variations in design and usage, sparking debate on the preservation of traditional values. This research aims to analyze the Malay culture and identity of Malaysian society in the development of modern baju kurung, as well as knowing the factors of culture and identity in the acceptance and development of modern baju kurung. The research method used is a descriptive qualitative approach by exploring perceptions, beliefs, and views on baju kurung. The research informants totaled 16 people consisting of students, indigenous people, museum guards, State Heritage Department employees, and baju kurung sellers, who were selected through purposive sampling technique. Data collection was conducted through in-depth interviews with a voice recorder and camera. The data analysis technique used was narrative analysis with the process of data grouping, data reduction, and conclusion drawing. Based on the research results, it is known that 1) Baju kurung is a traditional Malay dress in Malaysia which is an official dress in various important events, both religious and governmental. Modern baju kurung has evolved but still maintains the original form to maintain the culture and identity of Malaysians, 2) Malaysians' high preference for modern baju kurung is supported by fashion designers who regularly release collections according to trends and the government that requires its use in formal events through the national deed and official code of ethics.



    SERVICES DESK