Kemampuan menafsirkan data merupakan salah satu aspek keterampilan proses sains yang perlu dimiliki oleh peserta didik. kemampuan menafsirkan grafik saat ini masih sangat rendah karena peserta didik belum mampu membaca suatu data yang berbentuk grafik. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemahaman matematika dan gaya belajar peserta didik terhadap kemampuan menafsirkan grafik. jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas x hingga xii di sma negeri 4 takengon. sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling yaitu peserta didik kelas xi di sma negeri 4 takengon yang berjumlah 67 peserta didik. pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen angket tipe gaya belajar, soal pilihan ganda pada materi program linear dan materi laju reaksi. kemampuan menafsirkan grafik peserta didik sma negeri 4 takengon berada pada kriteria “sedang”, sedangkan pemahaman matematika peserta didik berada pada kriteria “sangat tinggi”. tipe gaya belajar visual lebih dominan dimiliki peserta didik serta nilai rata-rata pemahaman matematika dan kemampuan menafsirkan grafik lebih tinggi dibandingkan gaya belajar auditorial dan kinestetika. hasil koefisien korelasi r = 0,912 dengan interpretasi “tinggi” menunjukkan adanya hubungan signifikansi yang positif dan searah antara pemahaman matematika dan kemampuan menafsirkan grafik. apabila tingkat pemahaman matematika peserta didik tinggi, maka kemampuan menafsirkan grafik juga akan tinggi, begitupun sebaliknya. kata kunci: kemampuan menafsirkan grafik, pemahaman matematika, gaya belajar, laju reaksi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
HUBUNGAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN MENAFSIRKAN DATA BERBENTUK GRAFIK PADA MATERI LAJU REAKSI. Banda Aceh Program Pasca Sarjana - Pendidikan IPA,2024
Baca Juga : PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, MOTIVASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI JAMUR DI SMA NEGERI 3 MEDAN (Salmaniah, 2016)
Abstract
The ability to interpret data is one aspect of the science process that students need to have. The current ability to interpret graphs is still very low because students have not yet been able to read graph-shaped data. The study aims to analyze the relationship between the students' mathematical understanding, learning styles, and their ability to interpret graphics. This type of research is quantitative and descriptive. The population in this study was all students from classes X to XII at SMA Negeri 4 Takengon. The samples were obtained using purposive sampling techniques, namely, students of class XI at SMA Negeri 4 Takengon, which consisted of 67 students. The collection of research data using the elevator type of learning style is about a dual choice between linear program material and reaction speed material. The ability to interpret the graphs of students at SMA Negeri 4 Takengon is on the "medium" criterion, while the students' mathematical understanding is on the "very high" criterion. Visual learning styles are more dominant among students, and average grades of mathematical understanding and ability to interpret graphics are higher compared to auditory and kinesthetics. The result of a correlation coefficient of r = 0.912 with a "high" interpretation indicates a positive and consistent significance relationship between mathematical understanding and the ability to interpret graphs. When the level of mathematical understanding of the student is high, then the ability to interpret graphs will also be high. Keywords: Ability to interpret graphs, mathematical understanding, learning style, reaction rate