Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Ahyaniko, MENENTUKAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS) DENGAN MENGGUNAKAN PARAMETER POTENSIAL AIR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009

Kebutuhan air bagi tanaman dapat didefinisikan sebagai jumlah air yang diperlukan untuk memenuhi kehilangan air melalui evapotranspirasi (et-tanaman). kekurangan/kelebihan kebutuhan air bagi tanaman dapat dicegah jika petani atau irigator mengetahui energi potensial air didalam tanah berkaitan dengan waktu yang tepat dengan jumlah pemberian yang cukup bagi tanaman dengan demikian jumlah air yang harus ditambahkan kedalam tanah sama dengan kehilangan (defletion) akibat evapotranspirasi. tensiometer adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur status potensial lengas tanah. pengukuran itu sangat bermanfaat sebab secara langsung berhubungan dengan kemampuan tumbuhan untuk menyadap air dari lahan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensial air yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman jagung, serta penjadwalan irigasi yang tepat bagi tanaman jagung dengan menggunakan tensiometer sebagai parameter potensial air melalui pendekatan kandungan volumetrik dan grafimetrik pada kapisitas lapang. penelitian ini berlangsung dari bulan september 2008 sampai februari 2009 dengan menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium fisika tanah dan greenhouse fakultas pertanian universitas syiah kuala. penelit:ian menggunaka.n model rancangan acak lengkap nonfaktorial 4 x 3. variabel penelitian adalah kebutuhan air tanaman jagung dengan indikator potensial air (y). parameter yang digunakan adalah potensial air pada -0.03 mpa. -0.45 mpa, -0.75 mpa dan -1.05 mpa. penentuan potensial air sebagai parameter yang diuji berdasarkan nilai potensial titik layu permanen yaitu sebesar -1.5 mpa dan potensial jenuh air pada kisaran 0 mpa. evapotranspirasi tanaman jagung selama pertumbuhannya pada fase awaj pertumbuhan adalah 34.58 mm/hari pada potensial, fase vegetatif 35.58 mm/hari, fase pembungaan 36.55 mm/hari, dan 37.75 mm/hari pada fase formasi biji pada potensial air sebesar -1.25 mpa. penjadwalan irigasi sebaiknya dilakukan dengan interval 7 hari pada fase awal pertumbuhan, 4 hari pada fase vegetatif, 3 hari pada fase pembungaan, dan 2 hari pada fase formasi biji, saat umur tanaman jagung dibawah 56 hari setelah tanam dengan tetap mempertahankan potensial air pada -0.45 mpa. dari keempat taraf perlakuan dilakukan pengamatan pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman seperti lebar daun, panjang daun, tinggi batang. jumlah daun, dan diameter batang. hasil pengamatan dari i4 sampai 56 hari setelah tanam. perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan y2 (-0.45) mpa. karena pada perlakuan ini terdapat pertumbuhan tanaman yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. stress tanaman akibat kekurangan air terdapat pada perlakuan y3 (-0.75 mpa) dan 4 (-1.05 mpa), serta stress tanaman karena kelecbihan air terdapat pada perlakuan y1 (-0.03 mpa).



Abstract



    SERVICES DESK