Struktur kolom adalah batang tekan yang umumnya dikonstruksikan dari batang tunggal. salah satu metode untuk meningkatkan kekuatan tekan adalah dengan menambah penampang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tekan pada penampang siku tunggal dan siku ganda. penampang yang digunakan adalah profil siku tunggal l.30.30.3 dan ganda 2.l.30.30.3 berpelat kopel dengan sambungan baut di kedua ujung tumpuan. pada penampang ganda, panjang segmen tekuk adalah jarak antar pelat penghubung pada penampang. jarak panjang segmen tekuk yang digunakan adalah 140, 170 dan 210 mm. pada benda uji diberikan beban tekan yang ditingkatkan secara bertahap hingga benda uji gagal. perekaman data yang dilakukan berupa kurva hubungan kekuatan tekan dan deformasi. dari penelitian diperoleh nilai kekuatan tekan untuk penampang tunggal sebesar 4330,97 n. sedangkan pada penampang ganda dengan panjang segmen tekuk 140 mm, 170 mm dan 210 mm adalah masing-masing 20.919,43 n, 20.731,91 n dan 20.325,76 n. dari kajian eksperimental diperoleh bahwa variasi panjang segmen tekuk berpengaruh terhadap kekuatan tekan. semakin kecil panjang segmen tekuk, maka kekuatan semakin tinggi. dari kajian teoritis, menurut sni 1729-2020 diperoleh nilai faktor perletakan ujung (k) yang bervariasi untuk batang tunggal dan batang ganda dengan panjang segmen tekuk 140 mm, 170 mm, dan 210 mm dengan nilai masing-masing 1,002, 1,018, 1,023 dan 1,033. nilai-nilai k ini mendekati 1,0 yang menunjukkan kedua perletakan ujung adalah sendi-sendi. mode kegagalan yang terjadi untuk penampang tunggal adalah tekuk lentur-torsi, sedangkan pada penampang ganda mode kegagalannya adalah tekuk lentur.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI KEKUATAN TEKAN PROFIL BAJA SIKU TUNGGAL DAN GANDA BERPENGHUBUNG PELAT KOPEL DENGAN SAMBUNGAN BAUT DI KEDUA UJUNG TUMPUAN. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2024
Baca Juga : STUDI KEKUATAN SAMBUNGAN BATANG TARIK PELAT BAJA DENGAN ALAT SAMBUNG BAUT (MERY SILVIAN MD, 2024)
Abstract
Column structures are commonly constructed from single sections. One method to enhance compressive strength is by increasing the cross-sectional area. This research aims to determine the compressive strength of single and double angle sections. The sections used area a single L-shaped angle profiles L.30.30.3 and double L-shaped angle 2.L.30.30.3 with gusset plates coupled by bolted connections at both support ends. In the double sections, the length of the bending segments is the distance between the connecting plates on the section. The lengths of the bending segments used are 140, 170, and 210 mm. Gradually increasing compressive loads were applied to the specimens until failure occurred. Data recording was conducted in the form of a curve depicting the relationship between compressive strength and deformation. From the research, the compressive strength value for single sections was found to be 4330.97 N. Meanwhile, for double sections with bending segment lengths of 140 mm, 170 mm, and 210 mm, the strengths were 20,919.43 N, 20,731.91 N, and 20,325.76 N respectively. Experimental investigation revealed that variations in bending segment lengths affect compressive strength, with smaller lengths resulting in higher strength. Theoretical analysis, according to SNI 1729-2020, yielded varied end restraint factors (K) for single and double bars with bending segment lengths of 140 mm, 170 mm, and 210 mm, with respective values of 1,002, 1,018, 1,023, and 1,033. These K values approach 1.0, indicating both end restraints are hinges. The failure mode observed for single sections was flexural-torsional buckling, while for double sections, it was flexural buckling.
Baca Juga : PENGARUH PERBEDAAN JARAK PLAT KOPEL PADA PROFIL TERSUSUN TERHADAP BEBAN TEKAN ULTIMIT (Muhammad Kurnia, 2022)