Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nazwa, PERUBAHAN HISTOLOGIS DERMIS KULIT PASCA PEMBERIAN KRIM EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATA X BALBISIANA COLLA.) PADA LUKA SAYAT MENCIT (MUS MUSCULUS L.). Banda Aceh Fakultas MIPA Biologi,2024

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histologis dermis kulit pasca pemberian krim ekstrak kulit buah pisang kepok (musa acuminata x balbisiana colla.) pada penyembuhan luka sayat mencit, berdasarkan jumlah pembuluh darah dan jumlah sel fibroblas yang terdapat pada dermis di area luka. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) menggunakan 21 ekor mencit berumur 3 bulan dengan rerata berat badan 25 g. luka sayatan sepanjang 2 cm dibuat pada daerah paravertebral. mencit diberi perlakuan berupa perlakuan k-, k+, k1, k2, k3, k4, dan k5 masing-masing menggunakan basis krim (k-), sulfadiazine (k+), krim ekstrak kulit buah pisang kepok 3% (ki), 6% (k2), 9% (k3), 12% (k4), dan 15% (k5). pengobatan berupa pengolesan krim sesuai perlakuan sebanyak dua kali sehari selama 14 hari. pembuatan sediaan histologis menggunakan metode parafin dengan pewarnaan hematoxylin eosin. parameter yang dilihat yaitu jumlah pembuluh darah dan sel fibroblas. data hasil penelitian dianalisis menggunakan anova kemudian dilanjutkan dengan uji duncan. hasil penelitian diperoleh rerata jumlah pembuluh darah dan jumlah sel fibroblas tertinggi berada pada pengolesan krim ekstrak kulit buah pisang kepok 6% (k2) yaitu 20,33 ± 1,528 dan 32,33 ± 1,528. hasil rerata jumlah pembuluh darah dan jumlah sel fibroblas terendah berada pada pengolesan krim ekstrak kulit buah pisang kepok 12% (k4) dan 9% (k3) yaitu 10,00 ± 3,606 dan 15,00 ± 1,000. pemberian krim ekstrak kulit buah pisang kepok dapat meningkatkan jumlah pembuluh darah dan jumlah sel fibroblas pada jaringan dermis kulit di sekitar luka sayat kulit mencit. kata kunci: luka sayat, kulit, krim, kulit buah pisang kepok, pembuluh darah baru, fibroblas



Abstract

This study aims to determine the histological changes in the skin dermis after application of kepok banana peel extract cream (Musa acuminata x balbisiana Colla.) in the healing of incision wound in mice, based on the number of blood vessels and the number of fibroblast cells in the wounds area. The method used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) using 21 mice aged 3 months with an average body weight of 25 g. A 2 cm long incision was made in the paravertebral area. Mice were treated with K-, K+, K1, K2, K3, K4, and K5 each using cream base (K-), sulfadiazine (K+), kepok banana peel extract cream 3% (KI), 6% (K2), 9% (K3), 12% (K4), and 15% (K5). Treatment consists of applying cream according to the treatment twice a day for 14 days. Histological preparations were made using the paraffin method with Hematoxylin eosin staining. The parameters looked at were the number of blood vessels and fibroblast cells. The research data were analyzed using ANOVA then followed by the Duncan test. The research results showed that the highest mean number of blood vessels and number of fibroblast cells was when applying 6% Kepok banana peel extract cream (K2), that is 20.33 ± 1.528 and 32.33 ± 1.528. The lowest average results for the number of blood vessels and the number of fibroblast cells were when applying Kepok banana peel extract cream 12% (K4) and 9% (K3), that is 10.00 ± 3.606 and 15.00 ± 1.000. Giving kepok banana peel extract cream can increase the number of blood vessels and the number of fibroblast cells in the dermis tissue of the skin the incision wound in mice. Keywords: Incision wound, skin, cream, kepok banana skin, new blood vessels, fibroblast



    SERVICES DESK