Hilda pratiwi. pengaruh perubahan penggunan lahan terhadap koefisien limpasan dan debit puncak di sub das krueng jreue, di bawah birnbingan hairul basri sebagai ketua dan helmi sebagai pembimbing anggota. sub das krueng jreue terletak di kabupaten aceh besar, luasnya mencapai 23.055,33 ha. perubahan penggunaan lahan di sub das krueng jreue dari tahun ke tahun semakin meningkat yang dapat menyebabkan peralihan fungsi kawasan, dari kawasan yang mampu menyerap air menjadi kawasan yang tidak mampu menyerap air dengan baik. hal ini dapat meningkatkan limpasan permukaan dan meningkatnya debit puncak. oleh karena itu, penelitian pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap koefisien limpasan dan debit puncak di sub das krueng jreue penting untuk dilakukan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap koefisien limpasan dan debit puncak di sub das krueng jreue. penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan dalam perumusan strategi pengelolaan sumberdaya lahan sub das krueng jreue, bahan kajian dan referensi dalam penelitian terkait. penelitian dilaksanakan di sub das krueng jreue kabupaten aceh besar. penelitian ini berlangsung sejak bulan januari sampai juni 2013. penelitian ini menggunakan metode deskriptif, secara garis besar dilaksanakaan dalam tiga tahap yaitu: (d). persiapan (2). analisis dan interpretasi data (3). pelaksanaan lapangan. perubahan penggunaan lahan di sub das krueng jreue pada periode 2006-2012 yaitu hutan primer berk:urang 13.032,94 ha (56,53%), pertanian lahan kering berkuran g 205,34 ha (0,89%), sawah berkurang 194,8 ha (0,84%), sedangkan hutan sekunder bertam bah 10.299,64 ha (44,67%), semak belukar bertambah 3.075,73 ha (13,34%), pemukiman bertambah 55,32 ha (0,24%) dan tanah terbuka bertambah 2,34 ha (0,01%). nilai c meningkat dari 0,12 pada tahun 2006 menjadi 0,24 pada tahun 2012. demikian halnya debit puncak untuk periode ulang 5, 10, 20 dan 50 tahun, debit puncak untuk masing-masing periode ulang tersebut meningkat sebesar 133,63 m'dt', 141,61 m'dt', 163,92 m'dt' dan 192,74 m'dr'. usaha yang dapat dilakukan untuk menurunkan nilai koefisien limpasan tersebut yaitu dengan reboisasi, meningkatkan lahan terbuka hijau dan tidak mengurangi luas hutan (deforestasi), meningkatkan pola management hutan, menambahkan bahan organik. pada kelerengan > 40 % jangan membuka lahan kebun campuran, karena akan mengakibatkan laju limpasan pennukaan lebih besar dan cepat, sebaiknya dijadikan sebagai kawasan lindung yang berfungsi sebagai daerah resapan air agar tidak mudah terjadi banjir dan erosi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KOEFISIEN LIMPASAN DAN DEBIT PUNCAK DI SUB DAS KRUENG JREUE. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013
Baca Juga : SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PASEE ACEH UTARA (Rauza Azkya, 2026)
Abstract
Baca Juga : PERUBAHAN POLA PENGGUNAAN LAHAN DAN LIMPASAN AIR PERMUKAAN DI SUB DAS KRUENG MEURAKSA (ANNISA SAVITRI, 2021)