Harga saham merupakan nilai suatu saham yang mencerminkan kekayaan perusahaan yang mengeluarkan saham tesebut, dimana perubahan atau fluktuasinya sangat ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar bursa. ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga saham, diantaranya yaitu kebijakan dividen, price earning ratio, dan debt to equity ratio. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris mengenai pengaruh kebijakan dividen, price earning ratio, dan debt lo equity ratio terhadap harga saham. penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia (bei) tahun 2006-2008. populasi dalam penelitian ini merupa.kan perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. sampel yang digunakan dalam peneltian ini awalnya berjumlah 32 perusahaan untuk tiap tahunya, dikarenakan data yang tidak normal, kemudian sarnpel berubah berjumlah 14 perusahaan untuk tiap tahunnya, selama tiga tahun. pengarnbilan sampel menggunakan metode purposive sampling. analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda yang diolah dengan menggunakan bantuan perangkat lunak. (software) program statistic packagefor social science (spss) versi 15,0. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hanya kebijakan dividen dan price earning ratio yang berpengaruh positif signifikan terhadap barga saham, sedangkan debt to equity ratio tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. kata kunci : harga saham, kebijakan dividen, price earning ratio, dan debt to equity ratio
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, PRICE EARNING RATIO (PER) DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2006-2008). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2010
Baca Juga : PENGARUH RETURN ON ASSET, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN EARNING PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA ) (widyawati, 2025)