Gerakan lompatan saat hendak menyundul bola dalam pertandingan sepak bola memiliki pola gerakan yang berbeda-beda bergantung kondisi. penelitian kuantitatif diperlukan demi pengembangan teknik pola gerakan dalam melakukan lompatan saat menyundul bola. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan lompatan fenomenal saat menyundul bola secara kinematika. data diambil dengan menggunakan teknik digitalisasi dari demonstrasi gerakan lompatan fenomenal. metode untuk menganalisis data adalah metode interpolasi cubic spline dengan kondisi batas natural dan not a knot. objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah lompatan fenomenal oleh atlet sepak bola maroko, en-nesyri yang mencapai 2,78 meter dari tanah hingga kepala saat menyundul bola dalam pertandingan piala dunia edisi 2022 ketika melawan portugal. penelitian ini menghasilkan kinematika pola gerakan lompatan fenomenal berupa posisi, kecepatan, percepatan, kecepatan rotasi, dan percepatan rotasi. penelitian ini juga menampilkan perbedaan interpolasi cubic spline dengan dua kondisi batas yang berbeda. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada detik 1,5 posisi segmen tubuh berada pada ketinggian maksimum. kurva cubic spline dengan kondisi batas not a knot cocok untuk penelitian seperti ini yaitu memodelkan lompatan fenomenal yang bukan dimulai dari diam. kata kunci : lompatan fenomenal, kinematika, cubic spline natural, cubic spline not a knot
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KINEMATIKA UNTUK GERAKAN LOMPATAN FENOMENAL PEMAIN SEPAK BOLA MAROKO EN-NESYRI PADA PIALA DUNIA 2022. Banda Aceh Fakultas MIPA Matematika,2024
Baca Juga : EVALUASI KETERAMPILAN DASAR PERMAINAN SEPAK BOLA PADA PEMAIN HIMADIRGA USK TAHUN 2024 (MUHAMMAD ILHAM, 2025)
Abstract
Jumping movements when heading the ball in a soccer match have different movement patterns depending on the conditions. Quantitative research is needed for the development of movement pattern techniques in making jumps when heading the ball kinematically. Data were collected using digitization techniques from demonstrations of phenomenal jumping movements. The method to analyze the data is cubic spline interpolation method with natural boundary conditions and not a knot. The object used in this study is the phenomenal jump by Moroccan football athlete En-Nesyri who reached 2,78 meters from the ground to the head when heading the ball in the 2022 edition of the World Cup match against Portugal. This research produces kinematics of phenomenal jump movement patterns in the form of position, velocity, acceleration, rotational velocity, and rotational acceleration. This research also displays differences in cubic spline interpolation with two different boundary conditions. The results show that at 1,5 seconds the position of the body segment is at maximum height. Cubic spline curves with boundary conditions not a knot are suitable for research like this, namely modeling phenomenal jumps that do not start from rest. Keywords: Phenomenal jump, kinematics, natural cubic spline, not a knot cubic spline
Baca Juga : KORELASI KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SSB INDRAPURI MUDA ACEH BESAR (Ikhsan Maulana, 2016)