Pelaksanaan perjanjian antara pdam tirta bengi dengan pelanggan, para pihak memiliki kewajiban untuk memenuhi dan menjalankan prestasi sesuai apa yang diperjanjian. sebagaimana dalam pasal 1338 kuhperdata yang berbunyi “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. sebagai perusahaan jasa pelayanan sudah seharusnya memberikan layanan yang berkulitas. namun, pelanggan masih mengeluhkan terkait pelayanan yang diberikan oleh pdam dalam mendistribusikan air. penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya wanprestasi antara pdam tirta bengi dengan pelanggan dan menjelaskan bentuk penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian antara pdam tirta bengi dengan pelanggan. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris. metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dengan menganalisis literatur yang sesuai untuk mendukung kerangka konseptual. kemudian melakukan penelitian lapangan berinteraksi langsung dengan responden untuk mendapatkan data yang sesuai dengan konteks penelitian. berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa faktor penyebab terjadinya wanprestasi antara pdam tirta bengi dengan pelanggan yaitu faktor alam, kebocoran jaringan, dan keterbatasan sumber air. bentuk penyelesaian wanprestasi antara pdam tirta bengi dengan pelanggan yang pertama pelanggan melaporkan keluhan kepada pdam, kedua air tidak mengalir dan air keruh, pada saat masuk laporan pelanggan terkait permasalah air tidak mengalir pihak pdam mengarahkan tim transisi dan distribusi untuk memeriksa dan memperbaiki sumber masalah. ketiga kebocoran jaringan, saat terjadi kebocoran jaringan tim operasi lapangan (opal) akan turun ke lapangan untuk mendeteksi kebocoran yang terjadi dan memperbaiki jaringan yang rusak. keempat, pelanggan menunggak pembayaran, pdam akan memberikan peringatan kepada pelanggan untuk melunasi pembayaran, namun ketika sudah melewati batas waktu yang ditentukan pihak pdam melakukan musyawarah dengan pelanggan terkait tindakan yang akan dilakukan. disarankan kepada pdam tirta bengi untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan melaksanakan kewajiban sesuai dengan isi perjanjian. disarankan kepada pihak pelanggan agar melaksanakan kewajiban sebagai pelanggan sesuai dengan apa yang sudah diperjanjikan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN PELAYANAN AIR BERSIH ANTARA PDAM TIRTA BENGI DENGAN PELANGGAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN BUKIT DAN KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BENER MERIAH). Banda Aceh Fakultas Hukum,2024
Baca Juga : WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMANFAATAN AIR BERSIH ANTARA PDAM TIRTA DAROY DENGAN PELANGGAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN SYIAH KUALA DAN KUTA ALAM) (AULIA, 2021)
Abstract
The implementation of the agreement between PDAM Tirta Bengi and the customer, the parties have an obligation to fulfill and carry out the performance according to what is agreed upon. As in Article 1338 of the Civil Code which reads "All agreements made legally shall apply as laws for those who make them". As a service company, it should provide quality service. However, customers still complain about the services provided by PDAM in distributing water. This research aims to explain the factors causing defaults between PDAM Tirta Bengi and customers and explain the form of default resolution in the implementation of the agreement between PDAM Tirta Bengi and customers. The type of research used is empirical juridical research. The data collection method is carried out by means of library research by analyzing the appropriate literature to support the conceptual framework. Then conduct field research directly interacting with respondents to obtain data that is in accordance with the context of the research. Based on the results of the research, it is found that the factors causing defaults between PDAM Tirta Bengi and customers are natural factors, network leaks, and limited water sources. Forms of default resolution between PDAM Tirta Bengi and customers First, the customer reports a complaint to the PDAM, Second, the water does not flow and the water is cloudy, When a customer report is received regarding the problem of non-flowing water, the PDAM directs the Transition and Distribution team to check and fix the source of the problem. Third, Network leakage, When a network leak occurs the Field Operations team (OPAL) will go to the field to detect leaks that occur and repair damaged networks. Fourth, customers in arrears of payment, the PDAM will give a warning to the customer to pay off the payment, but when it has passed the specified time limit, the PDAM conducts deliberations with the customer regarding the actions to be taken. It is recommended for PDAM Tirta Bengi to further improve services to customers and carry out obligations in accordance with the contents of the agreement. It is suggested to the customer to carry out obligations as a customer in accordance with what has been promised.
Baca Juga : WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN ANTARA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DENGAN PELANGGAN (SUATU PENELITIAN TENTANG PENGELOLAAN AIR MINUM DI KOTA BANDA ACEH) (ALI FAJRUL IMAM FIRDAUS, 2018)