Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. mendeskripsikan penggunaan metode storytelling pada materi menceritakan isi dongeng siswa kelas iii uptd sd negeri 3 peulimbang kabupaten bireuen mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa pada materi menceritakan isi dongeng dengan menggunakan metode storytelling pada siswa kelas iii uptd sd negeri 3 peulimbang kabupaten bireuen mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan pesan cerita dongeng dengan menggunakan metode storytelling pada siswa kelas iii uptd sd negeri 3 peulimbang kabupaten bireuen. menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, tempat penelitian sd negeri 3 peulimbang dengan populasi kelas iii yang berjumlah 21 orang teknik pengumpulan data menggunakan tes unjuk kerja, dan teknik analisis data persentasedari data yang diperoleh diketahui dari 25 siswa yang mengikuti tes, 19 siswa dinyatakan mampu menceritakan dan menemukan pesan moral cerita dongeng tersebut dengan berhasil memperoleh nilai dari atau sama dengan nilai kriteria ketuntasan minimum (kkm) mata pelajaran bahasa indonesia yaitu 68, jika dipersentasekan maka jumlah siswa yang mampu menceritakan dan menemukan pesan moral dari dongeng adalah 90,4 % (19/21 x 100%). sementara itu 2 orang siswa lainnya dinyatakan tidak mampu atau masih mengalami kesulitan dalam menceritakan dan menemukan pesan moral cerita dongeng, jika dipersentasekan 9,6% (2/21 x 100%). dari persentase tersebut, maka dapat dikatakan telah mencapai kriteria kemampuan berbicara yang di harapkan. siswa yang tidak mampu dikarenakan siswa yang masih sulit dalam menceritakan dan menemukan pesan moral cerita dongeng. dengan demikian perlu dilakukan remedial bagi siswa yang tidak mampu. berdasarkan kriteria yang telah di tentukan bahwa jika 85% siswa mampu dalam tes, maka pembelajaran di katakan berhasil. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode storytelling pada materi mencerikan isi dongeng di sd negeri 3 peulimbang kabupaten bireuen dapat mencapai ketuntasan, karena 90,4% siswa mampu dalam menceritakan dan menemukan pesan moral cerita dongeng atau mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (kkm) yaitu 68. berdasarkan dari analisis data, jika 85% siswa mampu dalam tes, maka pembelajaran di katakan berhasil.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGGUNAAN METODE STORYTELLING PADA MATERI MENCERITAKAN ISI DONGENG SISWA KELAS III UPTD SD NEGERI 3 PEULIMBANG KABUPATEN BIREUEN. Banda Aceh Fakultas FKIP,
Baca Juga : KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 DARUL MAKMUR MENULIS DONGENG (Samsul Rizal, 2014)
Abstract
The objectives of this research are as follows. Describe the use of the storytelling method in material telling the content of fairy tales for class III students at UPTD SD Negeri 3 Peulimbang, Bireuen Regency. Describe students' speaking abilities in the material for telling the content of fairy tales using the storytelling method for class III students at UPTD SD Negeri 3 Peulimbang, Bireuen Regency. Describe the students' ability to find the message of the story. fairy tales using the storytelling method for class III UPTD students at SD Negeri 3 Peulimbang, Bireuen Regency. using a qualitative approach with a descriptive research type, the research site is SD Negeri 3 Peulimbang with a class III population of 21 people, data collection techniques using performance tests, and percentage data analysis techniques. From the data obtained, it is known that from the 25 students who took the test, 19 students were declared capable tell and find the moral message of the fairy tale by successfully getting a score of or equal to the minimum completeness criteria (KKM) score for Indonesian language subjects, namely 68, if it is a percentage, the number of students who are able to tell and find the moral message of the fairy tale is 90.4% ( 19/21 X 100%). Meanwhile, 2 other students were declared unable or still having difficulty in telling and finding the moral message of fairy tales, if the percentage was 9.6% (2/21 X 100%). From this percentage, it can be said to have achieved the expected speaking ability criteria. Students who are unable to do so are students who still find it difficult to tell and find the moral message of fairy tales. Thus, remediation needs to be carried out for students who are unable to do so. Based on the criteria that have been determined, if 85% of students are capable in the test, then learning is said to be successful. Thus, it can be concluded that learning through the storytelling method on the material of telling the content of fairy tales at SD Negeri 3 Peulimbang, Bireuen Regency can achieve completeness, because 90.4% of students are able to tell and find the moral message of fairy tales or reach the minimum completeness criteria (KKM) score. namely 68. Based on data analysis, if 85% of students are capable in the test, then learning is said to be successful. Thus, it can be concluded that learning through the storytelling method on the material of telling the content of fairy tales at UPTD SD Negeri 3 Peulimbang, Bireuen Regency can achieve completeness, because 90.4% of students are able to tell and find the moral message of fairy tales or achieve the minimum completeness criteria (KKM) score. ) which is 68.
Baca Juga : KEMAMPUAN SISWA KELAS V SD NEGERI 5 JULI KABUPATEN BIREUEN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR (Noer Asiyah, 2013)