Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Maula Rifqi, DESOSIALISASI REMAJA PENGGUNA NARKOTIKA DALAM MEMAHANI GENERALIZED OTHERS ( STUDI KASUS REMAJA DI ACEH TAMIANG). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2024

Penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja saat ini banyak terjadi di hampir seluruh wilayah indonesia. terkhusus kabupaten aceh tamiang, tercatatat adanya peningkatan jumlah penyalahgunaan narkotika dikalangan remaja. dalam data yang ada pada lembaga bnnk aceh tamiang dari tahun 2018 hingga tahun 2022 terdapat 69 orang remaja dengan rentang usia 17 – 24 tahun dinyatakan sebagai pengguna narkotika. berdasarkan data tersebut penelitian ini ingin menemukan faktor yang menyebabkan seorang remaja di aceh tamiang menggunakan narkoba. penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dari george herbert mead dan tahap sosialisasi. mead mengatakan bahwa perkembangan interaksi seorang anak/remaja akan menentukan tindakan yang akan dilakukannya setelah itu. menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam mengolah serta menyajikan data hasil penelitian. hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang melakukan penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, lingkungan keluarga yang kurang harmonis dalam berinteraksi, dan lingkungan pergaulan yang narkotik. terjadinya sosialisasi dilingkungan keluarga yang kurang berjalan efektif menyebabkan seorang remaja mencari lingkungan pertemanan yang dapat memenuhi kesenangan dirinya. penelitian ini juga melihat proses penerimaan kembali norma kolektif pada remaja pengguna narkoba. proses tersebut dikenal sebagai desosialisasi yaitu ketika seseorang diberikan norma kolektif agar menghilangkan perilaku atau jati diri yang diluar norma kolektif. kesimpulan dari penelitian ini ialah penerimaan kolektif pada remaja pengguna narkoba dilakukan dengan rehabilitasi sosial oleh lembaga bnnk yang bekerjasama dengan masyarakat agar menanamkan norma kolektif kepada remaja. kata kunci : desosialisasi, interaksionisme simbolik, generalized other, narkoba



Abstract

Drug abuse among teenagers is a prevalent issue in Indonesia, including in the Aceh Tamiang district where there has been an increase in narcotics abuse. A study conducted from 2018 to 2022 identified 69 teenagers between the ages of 17 and 24 as drug users. The aim of this research is to explore the factors that contribute to drug use among teenagers in Aceh Tamiang, focusing on the patterns of social interaction within the family and society. The study draws on George Herbert Mead's theory of symbolic interactionism and the Socialisation Stage, which posits that a child's interactional development influences their future actions. Using descriptive qualitative methods, the findings reveal that drug abuse among adolescents is influenced by factors such as a lack of harmonious family interactions and exposure to a social environment that promotes narcotics. Ineffective socialisation in the family environment leads teenagers to seek out friendship groups that fulfil their desires. The research also examines the process of reacceptance of collective norms among teenage drug users. The process is also known as Desocialisation, which is when a person is given a collective norm in order to eliminate behaviour or identity that is outside the collective norm. The conclusion of this research is that collective acceptance of adolescent drug users is carried out by social rehabilitation by BNNK institutions in collaboration with the community in order to instil collective norms to adolescents. Keywords : Desocialisation, Symbolic Interactionism, Generalised Other, Drugs



    SERVICES DESK