Terung belanda (cphomandra belaaeae l) odalah jenis tanaman yang termasuk dalam golongan sayuran buah. terung ini mempunyai rasa asam manis seperti buah dengan warna merah tua setelah matang dan bentuknya mirip seperti buah pinang. bagian yang dimakan dari buah ini yaitu daging buah dan bijinya. buah ini banyak digemari karena rasanya yang enak dan hargapyn yang relatif murah, kandungan gizinyapun cukup lengkap yaitu protein, lemak. karbohidrat, vitamin 81, vitamin c, kalsium, fosfor dan zat besi. terung belanda dapat dinikmati sebagai sayuran. buah meja, atau tanaman hias (soctasad dan mulyani, 1996). di provinsi nanggroe aceh darussalam (nad), walaupun terung belanda belum banyak dibudidayakan oleh petani, khususnya didaerah tinggi dataran tinggi gayo (aceh tengah) tanaman ini tumbuh subur tanpa dibudidayakan secara inteusif. selama ini terung belanda belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga perlu dilakukan diversifikasi produk olahan antara lain dengan pengolahan terung belanda menjadi sirup terung belanda. sirup adalah sejenis minuman ringan berupa larutan kental dengan citarasa beranekaragaman dan penggunaanya tidak langsung diminum tetapi harus diencerkan terlebih dahulu pengenceran diperlukan karena kandungan gulanya yang tinggi yakni sekitar 60% (satuhu, 1996). berdasarkan sii no. 0153/sii/1997, sirup secara umun didefinisikan sebagai larutan gula (sukrosa) pekat yang dipergunakan sehagai bahan minuman dengan atau tanpa ditambah asam (antara lain: asam sitra| asam tartal dan asam laktat) juga tanpa aroma, zat warna. dan pengowet (kalium benzoat). penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan sirup dari buah terung belanda dengan meneliti pengaruh variasi rasio buah dengan air dan konsentrasi pektin terhadap mutu (kimia, fisika dan organoleptik) sirup terung belanda yang dihasilkan, penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) pola factorial 3 x 3 dengan tiga kali ulangan. faktor yang diteliti yaitu faktor variasi rasio buah dengan air (s), terdiri atas 3 taraf yaitu berat buah : air (b/b) adalah sl= 40:60, s2= 50:50 dan s3= 60:40. sedangkan konsentrasi pektln (p) terdiri dari 3 taraf yaitu pl= 0,1%, p2= 0,3% dan p3= 0,5% dari berat sari buah. parameter sirup terung belanda yang diukur yaitu kadar gula, kadar air, total padatan. vitamin c, viskositas dan nilai organoleptik (warna, aroma dan rasa). data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam annova (analysis of variance) dan uji lanjut beda nyata terkecil (bnt). data dari hasil penelitian diperoleh kadar gula sirup terung belanda yang dihasilkan berkisar antara 53,06rf2,09 %, kadar air 20,26-29,90 %, total padatan 70,10-79,74 a/a, vitamin c 37,25d2,43 mg/ 100 g bahan, viskositas 9,6144,00 gr/cm.det. nihi kesukaan panelis terhadap warna sirup terung belanda berkisar antara 323t3,48 (biasa-suka), aroma 3,11-3,46 (biasa-suka), rasa 3,28-3,79 (biasa-suka). perlakuan variasi rasio buah dengan air dan perlakuan konsentrasi pektin masing-masing memberikan pengaruh yang sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH VARIASI RASIO BUAH DENGAN AIR DAN KONSENTRASI PEKTLN TERHADAP MUTU SIRUP TERUNG BELANDARN(CYPHOMANDRA BETOCEAE L. ). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007
Baca Juga : KAJIAN PEMBUATAN JEM DARI TERUNG BELANDA (CYPHOMANDRA BETACEA L.) (Fakhruddin, 2021)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH VOLUME HCI DAN WAKTU HIDROLISIS PATI GADUNG (DIOSCOREA ALATA) TERHADAP MUTU SIRUP GLUKOSA (Malahayati, 2022)