Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, prevalensinya masih terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan penuaan. penelitian ini untuk mengetahui hubungan status hemodinamik, aktivitas fisik dan pola makan dengan risiko stroke pada pasien hipertensi. penelitian kuantitatif pada 151 pasien hipertensi di poliklinik penyakit dalam rsud dr. h. yuliddin away tapaktuan kabupaten aceh selatan menggunakan desain cross sectional study dengan convenience sampling. pengumpulan data dilakukan pada tanggal 30 januari sampai 15 maret 2024 dengan teknik self report menggunakan kuesioner: physical activity level (pal), food frequency questionnaire (ffq), dan stroke recognition questionnaire (srq), sphygmomanometer manual untuk tekanan darah dan map serta jam tangan untuk pengukuran nadi. data dianalisa secara deskriptif, chi square dan uji multivariat regresi logistik. hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, yang berhubungan dengan risiko stroke yaitu tekanan darah (p = 0,000), mean arterial pressure (map) (p = 0,000), heart rate (p = 0,009) dan pola makan (p = 0,000), sedangkan yang tidak berhubungan yaitu aktivitas fisik (p = 0,669). hasil multivariat menunjukkan prediktor yang paling berhubungan dengan risiko stroke yaitu tekanan darah (p = 0,000; or: 3,187). kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tekanan darah merupakan faktor yang dapat menyebabkan risiko stroke pada pasien hipertensi. oleh karena itu, kepada perawat agar dapat memberikan edukasi tentang pentingnya mengontrol tekanan darah, pola makan yang sehat serta meningkatkan aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya risiko stroke.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
HUBUNGAN STATUS HEMODINAMIK, AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN RISIKO STROKE PADA PASIEN HIPERTENSI RNDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2024
Baca Juga : ANALISIS FAKTOR RISIKO STROKE DENGAN KEJADIAN STROKE BERULANG PADA PASIEN POST STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA (Maulida Sari, 2022)
Abstract
Hypertension is the leading cause of death worldwide and a serious public health challenge, and the prevalence is still increasing as the population grows and aging. This study aims to determine the relationship between hemodynamic status, physical activity, and diet and stroke risk in hypertension patients. This quantitative research on 151 hypertension patients at the Internal Medicine Polyclinic of RSUD dr. H. Yuliddin Away, Tapaktuan, district of South Aceh, employed a cross-sectional study design with convenience sampling. Data collection was carried out from January 30 to March 15, 2024, with self-report techniques using questionnaires: Physical Activity Level (PAL), Food Frequency Questionnaire (FFQ), and Stroke Recognition Questionnaire (SRQ), manual sphygmomanometer for blood pressure and MAP as well as watches for pulse measurement. The data was analyzed descriptively, using chi-square and logistic regression multivariate tests. The results showed that factors related to stroke risk are blood pressure (p = 0.000), mean arterial pressure (MAP) (p = 0,000), heart rate (p = 0.009), and diet (p = 0.000). In contrast, physical activity was not related (p = 0.669). Multivariate results indicated that blood pressure was the most predictor associated with stroke risk (p = 0.000; OR: 3,187). Based on the results, it can be concluded that blood pressure is a factor that can cause the risk of stroke in hypertension patients. Therefore, it is recommended that nurses provide education about the importance of controlling blood pressure, eating a healthy diet, and increasing physical activity to prevent the risk of stroke.
Baca Juga : HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT BEHAVIOUR PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PREVALENSI STROKE DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (MUTIA SHALIHAH, 2025)