Ubi jalar (ipomea batatas l.) merapakan komoditas tanaman pangan sumber kalbohidrat selain beras belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan juga memperpanjang umur simpan produk, pengolahan ubi jalar menjadi tepung dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan utama karena dibandingkan dengan produk setengah jadi lainnya, produk dalam bentuk tepung lebih tahan lama untuk disimpan. teknologi pengeringan mempahan metode alternatif yang sangat menjanjikan dalam menjaga ketahanan beberapa komoditas pertanian. pengeringan tradisional sangat dipengaruh oleh frekuensi curah hujan dan intensitas sinar matahari. salah satu upaya untuk mengatasi kendala tingginya curah hujan dan sekaligus meningkatkan mutu komoditas yang dikeringkan, make alat pengering surya adalah sebagai alternatif karena secara teknis pengering surya dapat mempersingkat masa pengeringan, kebersihan dan mutu produk lebih teriamin. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengeringan irisan ubi jalar dengan menggunakan pengering surya terhadap mutu tepung ubi jalar. penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode observasi (pengamatan) dengan parameter yang diamati adalah distribusi temperatur, kelembaban relatif, rendemen, kadar air, laju pengeringan, iradiasi surya, kecepatan udara dan kadar pati tepung ubi jalar. hasil penelitian menunjukkan lama pengeringan irisan ubi jalar adalah tiga hari memiliki persentase rendemen irisan ubi jalar kering adalah sebesar 34,04 % dengan kadar air awal 69,8 %, kadar air akhir 6,i % dengan laju pengeringan terendah teriadi pada hari ke tiga yaitu dibawah 0,005 kgh20/menit. distribusi temperatur rata-rata selama 3 hari pengeringan berkisar 30-34°c dengan rh rata-rata pada ventilasi a-b dan lingkungan adalah sebesar 56 - 74 % dan 70 - 73 %, dengan kecepatan udara rata-rata lingkungan yaitu i,19 - i,57 m/s, kecepatan udara rata-rata yang diperoleh dalam ruang pengering yaitu 0,38 - 0,46 m/s.iradiasi surya rata-rata tertinggi adalah 225 w/m2 dan terendah 160,6 w/m2. kadar pati pada ubi jalar adalah sebesar 58,1 %.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGERINGAN IRISAN UBI JALAR (IPOMEA BATATAS L) DENGAN RENGGUNAKAN PENGERING SURYA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011
Baca Juga : TEPUNG UBI JALAR (IPOMEA BATATAS) TERMODIFIKASI SECARA FERMENTASI DENGAN LACTOBACILLUS CASEI DAN APLIKASINYA PADA PEMBUATAN ROTI MANIS (Widya Rezki Nabila, 2014)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH KETEBALAN IRISAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) PADA PROSES PENGERINGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM (Abdul Hanif, 2018)