Penelitian ini menguji hubungan antara utang pemerintah, pdb per kapita, inflasi, pembentukan modal tetap bruto (pmtb), dan keterbukaan perdagangan, dengan utang luar negeri di negara-negara asean 5 antara lain indonesia, malaysia, filipina, singapura, dan thailand. populasi penelitian ini meliputi 5 negara asean periode 1960-2022. data diperoleh dari bank dunia. analisisnya menggunakan pendekatan data panel, khususnya menggunakan metode panel egls untuk memperhitungkan variasi cross-section dan time-series dalam dataset dengan random effects model. hasil penelitian kali ini menunjukkan bahwa variabel inflasi dan keterbukaan perdagangan mempunyai hubungan yang signifikan dan positif terhadap utang luar negeri, sedangkan utang pemerintah mempunyai hubungan yang tidak signifikan dan positif terhadap utang luar negeri di negara-negara asean 5. pdb per kapita dan pembentukan modal tetap bruto secara parsial mempunyai hubungan signifikan dan negatif terhadap utang luar negeri negara asean 5. temuan-temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan untuk fokus pada peningkatan efektivitas belanja pemerintah dan pengelolaan utang untuk memitigasi risiko akumulasi utang luar negeri yang berlebihan dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di kawasan asean.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
THE RELATIONSHIP BETWEEN GOVERNMENT DEBT, GDP PER CAPITA, INFLATION, GROSS FIXED CAPITAL FORMATION, AND TRADE OPENNESS, WITH EXTERNAL DEBT IN ASEAN-5 COUNTRIES. Banda Aceh Fakultas Ekonomi Pembangunan,2024
Baca Juga : HUBUNGAN SEBAB AKIBAT UTANG LUAR NEGERI DAN KURS DI INDONESIA (Alfikranta Atanta, 2018)
Abstract
This study examined the relationship between government debt, GDP per capita, inflation, gross fixed capital formation (GFCF), and trade openness, with external debt in ASEAN 5 countries included Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore and Thailand. The population of this study includes 5 ASEAN countries for the periods of 1960-2022. The data obtained from The World Bank. The analysis employs a Panel Data approach, specifically employing the Panel EGLS method to account for both cross-sectional and time-series variations within the dataset with Random Effects Model. The results of this current study showed that the variables of inflation and trade openness had a significant and positive relationship to external debt in, while government debt had insignifficant and positve relationship to external debt in ASEAN 5 countries. GDP per capita and gross fixed capital formation partially had a significant and negative relationship on the external debt of ASEAN 5 countries. These findings are expected to make a contribution to the government as the policymakers to focus on improving the effectiveness of government spending and debt management to mitigate the risk of excessive external debt accumulation and promote sustainable economic development within the ASEAN region.
Baca Juga : INTEGRASI EKONOMI NEGARA ASEAN-5: MODEL PANEL GENERALIZED METHOD OF MOMENTS (GMM) (KHAIRITA H, 2018)