Edible film merupakan jenis kemasan berupa lembaran tipis yang dibalutkan keseluruh permukaan bahan. edible film bersifat biodegradable dan dapat dimakan beserta bahan yang dikemas, juga berfungsi sebagai penghalang bagi masuknya oksigen dan uap air, sehingga edible film dapat memperpanjang masa berlaku makanan serta dapat mengurangi kebutuhan bah.an kemasan yang non edible. penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum nisbah pati dengan air dan konsentrasi sorbitol (plastisizer) pada proses pembuatan edible film dari bahan baku ubi kayu (manihot esculenta) terhadap sifat fisik edible film yang dihasilkan. variable yang digunakan adalah nisbah pati dengan air yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 : 5, 1 : i0, l : 15, dan konsentrasi sorbitol yang terdiri dari 5 taraf yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6% analisis yang digunakan adalah uji ketebalan, uji tegang tarik, uji penyerapan air dan kelarutan edible film dalam air, uji perbandingan dengan menggunakan potongan apel, dan uji daya tembus cahaya. nisbah pati dengan air berpengaruh terhadap ketebalan, semakin tinggi nisbah pati dengan air maka akan semakin tebal edible film yang dihasilkan tetapi dengan tingginya nisbah pati dengan air, akan semakin sulit edible film ditembus oleh cahaya. sedangkan pada uji organoleptik teibadap potongan apel yang dibungkus dengan edible film, panelis lebih menyukai perbandingan i : 15 dan setelah penyimpanan selama 2 hari, ternyata penulis lebih menyukai perbandingan 1 : 10. konsentrasi plasticizer yang digunakan sangat berpengaruh pada pengujian penyerapan air dan kelarutan edible film dalam air. semakin tinggi konsentrasi plasticizer yang ditambahkan maka akan menyebakan semakin rendahnya persentase penyerapan air pada edible film dan semakin tingginya persentase kelarutan edible film dalam air. kuat tarik akan semakin tinggi nilainya jika konsentrasi plasticizer dan nisbah pati dengan air yang digunakan semakin menurun. sedangkan pada elongasi nisbah pati dengan air 1 :5 akan menyebabkan meningkatnya nilai elongasi seiring dengan meningkatnya konsentrasi plasticizer, tetapi pada nisbah pati dengan air i : i0 dan i : 15, nilai elongasi akan semakin meningkat jika konsentrasi plasticizer semakin menurun. pemilihan kondisi yang terbaik terhadap edible film dapat dilakukan berdasarkan aplikasinya. jika dilihat dari nilai kesukaan, kondisi edible film yang paling baik adalah pada nisbah pati dengan air i : i0 dengan konsentrasi plasticizer 2%.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH NISBAH PATI DENNGAN AIR DAN KONSENTRASI SORBITOL (PLASTICIZER) TERHADAP SIFAT FISIK EDIBLE RNFILM YANG TERBUAT DARI PATI UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2006
Baca Juga : PENGARUH NISBAH PATI DENGAN AIR DAN KONSENTRASI GLISEROL (PLASTICIZER) TERHADAP SIFAT FISIK EDIBLE FILM YANG TERBUAT DARI PATI UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA) (Rehan Mustika, 2024)
Abstract
Baca Juga : KARAKTERISKTIK EDIBLE FILM DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER BERBASIS PATI UMBI TALAS (ALFATAHILLAH, 2021)