Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Arief Abduh, ANALISA HUBUNGAN ANOMALI SUHU DAN CURAH HUJAN TERHADAP KESEHATAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH.. Banda Aceh Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan,2024

Perubahan iklim membawa dampak negatif pada kesehatan anak, terutama karena sistem kekebalan tubuh dan adaptasi tubuh mereka yang belum berkembang sempurna. anak-anak lebih rentan terhadap gangguan lingkungan, seperti perubahan suhu dan curah hujan yang ekstrem. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anomali iklim (suhu dan curah hujan) dengan kejadian demam berdarah dengue (dbd), infeksi saluran pernapasan atas (ispa), diare, dan tuberkulosis (tb) pada anak di kota banda aceh selama periode 2010-2022. data iklim (1980-2022) diperoleh dari meteoblue.com, sedangkan data kesehatan anak (2010-2022) diperoleh dari dinas kesehatan kota banda aceh. analisis deskriptif dan normalisasi data iklim dilakukan untuk menyelaraskan dengan data kesehatan anak. karena data tidak terdistribusi secara normal, uji korelasi rank spearman dilakukan untuk menilai kekuatan dan signifikansi hubungan antara anomali suhu dan curah hujan dengan kejadian penyakit anak (dbd, diare, ispa, tb). hasil penelitian menunjukkan tren pemanasan dengan peningkatan anomali suhu rata-rata tahunan sebesar 0,6°c selama 42 tahun terakhir (1980-2022) dan peningkatan curah hujan rata-rata sebesar 153,25 mm dalam satu dekade terakhir (2010-2022). terdapat hubungan positif yang signifikan antara anomali suhu dengan kejadian dbd, ispa, dan diare pada anak, menunjukkan bahwa peningkatan suhu berkorelasi dengan peningkatan penyakit tersebut. hubungan negatif yang signifikan ditemukan antara anomali curah hujan dengan kejadian dbd pada anak, menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan berkorelasi dengan penurunan kasus dbd. perlunya riset lanjutan yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dampak konkret perubahan iklim terhadap kesehatan anak. hal ini dapat membantu sektor kesehatan mengidentifikasi area-area yang paling rentan dan merancang strategi mitigasi yang lebih efektif. upaya adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi di sektor kesehatan dan pendidikan perlu dilakukan.



Abstract

Climate change poses adverse impacts children's health due to their immature immune and adaptive systems, making them more susceptible to environmental disturbances like extreme temperature and precipitation changes. This study investigates the relationship between climate anomalies (temperature and precipitation) and the incidence of Dengue Fever (DF), Acute Respiratory Infection (ARI), Diarrhea, and Tuberculosis (TB) in children residing in Banda Aceh City during 2010-2022. Climate data (1980-2022) was obtained from meteoblue.com, while children's health data (2010-2022) was acquired from the Banda Aceh District Health Office. Descriptive analysis and normalization of climate data were performed to ensure comparability with child health data. As the data was not normally distributed, a Spearman's rank correlation test was conducted to assess the strength and significance of the relationship between temperature and precipitation anomalies and the incidence of the targeted childhood diseases (DF, Diarrhea, ARI, TB). The findings revealed a warming trend, with an increase of 0.6°C in the annual average temperature anomaly over the past 42 years (1980-2022) and a 153.25 mm increase in average rainfall in the last decade (2010-2022). A significant positive correlation was observed between temperature anomalies and the incidence of DF, ARI, and Diarrhea in children, indicating that rising temperatures are associated with increased cases of these diseases. Conversely, a significant negative correlation was found between rainfall anomalies and the incidence of DF in children, suggesting that higher rainfall is linked to fewer DF cases. Further research is required to gain a deeper understanding of the concrete impacts of climate change on child health. This will assist the health sector in identifying the most vulnerable areas and designing more effective mitigation strategies. Furthermore, it is essential to implement integrated climate change adaptation strategies within both the health and education sectors.



    SERVICES DESK