Tiram merupakan salah satu hasil perairan yang tergolong dalam jenis kerang-kerangan yang bernilai ekonomis dan dapat menjadi sumber protein hewani yang berasal dari laut. kadar protein yang dikandung tiram dalam keadaan kering mencapai 42,42 % (medcof, 1961 di dalam terubuk, 1986). tiram di nanggroe aceh darussalam (nad) banyak dijumpai di sungai-sungai air asin dan merupakan hasil tangkapan alam, bukan hasil budidaya. pemanfaatan tiram saat ini hanya sebatas untuk lauk dengan beraneka ragam masakan. dengan adanya penggunaan teknologi lepat guna dibidang pengolahan, diharapkan dapat dilakukan variasi produk dan peningkatan nilai ekonomis tiram serta pendapatan pengrajin tiram atau masyarakat disekitarnya, salah satunya adalah mengolahnya menjadi kerupuk tiram. pembuatan kerupuk tiram meliputi proses pencucian tiram, penghancuran tiram, dan pencampuran dengan bahan pengikat (tepung atau pati) serta bumbu• bumbu kemudian diaduk sampai rata hingga menjadi adonan yang homogen. adonan tersebut dicetak dan diiris sesuai dengan selera lalu dikeringkan. dalam proses pembuatan kerupuk, jenis dan jumlah pati atau tepung yang ditambahkan akan mempengaruhi karakteristik dari adonan yang dihasilkan. pada penelitian ini dipelajari pengaruh beberapa jenis pati yang sesuai dalam pembuatan kerupuk tiram, dan perbandingan pati dengan tiram, sehingga dihasilkan kerupuk tiram dengan daya kembang yang baik yang dapat diterima oleh konsumen dan bermutu baik yang ditinjau dari segi mutu fisik (rasio pengembangan dan kekuatan patahan), kimia (kadar protein dan kadar air), dan organoleptik (warna, kerenyahan, rasa dan aroma) kerupuk tiram yang dihasilkan. penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan 2 faktor, yaitu jenis pati (tapioka dan pati sagu) dan perbandingan dengan tiram 1:1, 2:1, 3:1. kombinasi perlakuan adalah 2x3 = 6, dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. parameter yang diamati pada kerupuk tiram adalah rasio pengembangan, kekuatan patahan, kadar air, kadar protein dan uji organoleptik (warna, kerenyahan, rasa, dan aroma). kadar air, kadar protein dan kekuatan patahan dilakukan sebelum kerupuk digoreng,sedangkan uji organoleptik dan rasio pengembangan dilakukan setelah kerupuk di goreng. hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pati berpengaruh sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PEMANFAATAN TIRAM MENJADI KERUPUK TIRAM UNTUK MENJADI PRODUK UNGGULAN DUSUN PAYUNG, KECAMATAN BAITUSSALAM, ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007
Baca Juga : KARAKTERISTIK PENGERINGAN KERUPUK TIRAM MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM (Eka Pratika Sari, 2019)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PERBANDINGANPENDAPATAN USAHA HOME INDUSTRY KERUPUK TEPUNG DAN EMPING MELINJO DI DESA PULO PISANG KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE (Muhammad Azrul , 2016)