Tanggul sungai arakundo merupakan penahan luapan air sungai arakundo yang berada di kecamatan simpang ulim dan julok, kabupaten aceh timur, provinsi aceh. lereng tanggul tersebut mempunyai ketinggian lereng yang bervariasi antara 3,5-7 m. curah hujan dan ketinggian lereng sangat mempengaruhi kestabilan lereng pada tanggul tersebut. analisis stabilitas ini bertujuan untuk mendapatkan suatu kondisi kestabilan lereng yang memenuhi persyaratan aman pada tanggul tersebut. perencanaan stabilitas lereng tersebut dilakukan dengan menggunakan program plaxis dan metode bishop disederhanakan (simplified bishop method). penggunaan kedua metode tersebut telah memberikan kemudahan dan keakuratan dalam pemecahan masalah stabilitas lereng untuk memenuhi persyaratan keamanan stabilitas lereng.berdasarkan analisis dengan program plaxis dan metode bishop disederhanakan pada tanggul sungai arakundo dengan sudut kemiringan yang berkisar 27-32° (1 h:2v) disimpulkan bahwa lereng tersebut memenuhi kriteria aman, sehingga tidak perlu perubahan kemiringan ataupun penggantian material timbunan. hasil yang didapat pada potongan melintang p.4, p.12, p.20. p.28, dan p.36. faktor keamanan yang diperoleh dari program plaxis yaitu 1,607, 1,444, 1,577, 1,442, dan 1,682, sedangkan metode bishop yang disederhanakan didapat faktor keaman an yaitu 1,641, 1,440, 1,755, 1,605 dan 1,760. berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng tersebut diperoleh keruntuhan lereng berbentuk setengah busur lingkaran (rotational sliding). kestabilan lereng tersebut telah memenuhi syarat am.an yang diizinkan yaitu f > 1,25 sesuai rekomendasi bowles (1993).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA TANGGUL SUNGAI ARA KUNDO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXLS. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : KESTABILAN LERENG PADA SUNGAI AIH TRIPE DESA KENDAWI KABUPATEN GAYO LUES AKIBAT BEBAN GEMPA STATIS (Ikhwanulkiram, 2016)
Abstract
Baca Juga : PERENCANAAN TANGGUL SUNGAI PADA DAS KRUENG TEUNOM BAGIAN HILIR (Datuk marwan Qurbani, 2024)