Intersepsi hujan adalal proses tertahannya air hujan pada permukaan vegetasi sebelum diuapkan kembali ke atmosfer. penelitian yang berhubungan dengan intersepsi ini masih kurang, sehingga perlu dilckukan penelitian intersepsi pada beberapa jehis tanaman. walaupun selama ini intersepsi hanya memiliki nilai yang kecil dan terkadang diabaikan, namun pada beberapa tanaman mempunyaj efek yang cukup besar. tujuan daii peneljtian ini adalah untuk mengetahui besarnya intersepsi pada pohon mahohi dan pinus serta mengetahui hubungan antara curah hujan dan intersepsi. pada penelitian ini diambil sampel pada pohon mahoni dan pinus dengan jumlah masing-masing 3 sampel pohon. ada dua pendekatan untuk mengukur juulch intersepsi, pendekatan pertama yaitu pendekatan neraca volume (volume balance approach) sedangkan pendekatan kedua yaitu pendekatan neraca energi (energy balance approach). dalam penelitian ini menggunakan pendekatan neraca volume, dengan pengukuran curah hujan, air lolos, aliran batang dan intersepsi selama sepuluh hari hujan. pada rata-rata mahoni diperoleh jumlah air lolos sebesar 187 mm (88.21%) dari jumlah total curah hujan dan koefisien korelasi (r) sebesar 0.485, aliran batang 9.5 mm (4,48%) dari jumlali total curah hujan dan koefisien korelasi (i) sebesar 0.454, intersepsi 15.5 mm (7.31%) dari jumlah total curah hujan dan koefisien korelasi (r) sebesar 0.554. sedanglcan pada tata-rata pinus diperoleh jumlah air lolos sebesar 121.87 mm (57.48%) dari jumlah total curah hujan dan koefisien korelasi (r) sebesar 0.499, aliran batang 2.9 mm (i.37%) dari jumlah total curah hujan den koefisjen korelasi (r) sebesar 0.795, jntezxpsi 87.23 mm (41.15%) dari jumlah total curah hujan den koefisien korelasi (r) sebesar 0.505. besar kecilnya air lolos, aliran batang dan intersepsi dipengaruhi oleh kecepatan angin, kerapatan dan bentuk tajuk. setelah dilakukan penelitian air lolos dan aliran batang pada mahoni lebih tinggi daripada pinus, sedangkan intersepsi lebih tinggi pada pohon pinus dibandingkan pohon mahoni. hasil penelitian ini juga menunjukhan bahwa semakin tinggi curah hujan maka persentase jumlah intersepsi semakin kecil. hal ini disebabkan karena faktor keadaan tajuk dan faktor iklim.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INTERSEPSI PADAJENIS POHON MAHONI (SWIETANIA MAHAGONI) DAN PINUS (CASUARINA CUNNINGHAMIA). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : PEMODELAN INTERSEPSI UNTUK PENDUGAAN ALIRAN PERMUKAAN PADA POHON JATI (TECTONA GRANDIS) DAN POHON PINUS (CASUARINA CUNNINGHAMIANA) (Risky Munandar, 2013)