Poliol merupakan bahan baku utama pembuatan poliuretan. selama ini polio! dihasilkan dari produk turunan minyak bumi. mengingat minyak bumi merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui maka perlu dicari alternatif lain. salah satunya dengan menggunakan minyak sawit (cpo). proses pembuatan poliol dari cpo dilakukan dengan metode pemurnian, epoksidasi dan hidroksilasi menggunakan asam asetat dan hidrogen peroksida. sebelum proses berlangsung, dilakukan karakterisasi awal terhadap cpo berupa kadar asam lemak bebas sebesar 8,2 %, bilangan asam sebesar 17,5, dan bilangan iodin sebesar 58,1. ada dua variabel proses yang divariasikan pada penelitian ini, yaitu komposisi reaktan 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% minyak sawit netral (npo) serta temperatur 40 c, 50 °c, 60 °c, 70 c dan 80 c. poliol dengan bilangan hidroksil terbesar didapat pada komposisi reaktan 40% npo dan temperatur 40 c yaitu sebesar 212,446 dengan berat 40 gram. hasil ini diperoleh secara titrasi dan analisis dengan spektra infra merah (ftir). berat molekul polioli yang diperoleh dari analisis gcms sebesar 777,369 kata kunci : cpo, epoksidasi, hidroksilasi, bilangan hidroksil, poliol.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KONVERSI MINYAK SAWIT (CPO) MENJADI POLIOL DENGAN OKSIDATORASAM PEROKSI ASETAT. Banda Aceh Fakultas Teknik,2005
Baca Juga : PENGEMBANGAN PROSES KONVERSI MINYAK KELAPA SAWIT (CPO) MENJADI POLIOL (Fina Fitriany, 2024)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN TUMBUHAN PANGI (PANGIUM EDULE REINW) SEBAGAI TANAMAN KONSERVASI PENGHASIL MINYAK ALTERNATIF PENGGANTI KELAPA SAWIT (YASSER PREMANA, 2015)