Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koreksi-koreksi fiskal apa saja yang menyebabkan perbedaan antara laba komersial dan laba fiskal untuk menghitung besamya pph terutang pada pt bina pratama persada. penelitian dilakukan dengan metode deskriptif yang menggambarkan pelaksanaan penyusunan laporan keuangan fiskal sesuai dengan undang-undang pajak. data yang diperoleh dari pt bina pratama persada berupa laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan komersial yang dianalisis dan diolah sehingga menghasilkan penghasilan kena pajak. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koreksi fiskal yang menyebabkan pebedaan antara laba komersial dan laba fiskal untuk mengbitung besarnya pph terutang pada pt bina pratama persada adalah koreksi positif dan koreksi negatif yang terdiri dari penyusutan, prive, sumbangan, pajak dan pembelian telepon seluler untuk menejer keuangan. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pt bina pratama persada memproleh laba usaha sebelum pajak berdasarkan komersial sebesar rp 2.799.489.026,36 sedangkan laba usaha sebelum pajak berdasarkan fiskal adalah rp 2.777.420.726,36 sehingga pph badan tarif progresif pt bina pratama persada adalah sebesar rp 815.726.217,91. setel ah mengetahui pph terutang, maka laba usaha setelah pajak pt bina pratama persada adalah rp 1.941.694.508,45.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS REKONSILIASI LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL MENJADI LAPORAN KEUANGAN FISKAL UNTUK MENGHITUNG BESARNYA PPB TERHUTANG PADA PT BINA PRATAMA PERSADA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2011
Baca Juga : ANALISA PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL DENGAN LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL TERHADAP PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) PAJAK (SUATU TINJAUAN TEORITIS) (Ridha Wahyuni, 2024)