Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perilaku antara balok beton polos yang mengalami perhentian pengecoran di tengah bentang dengan sudut 45 yang mengharuskan terjadinya penyambungan tanpa menggunakan bahan perekat beton dan yang menggunakan bahan perekat beton jenis sika bond. pembuatan benda uji mengikuti aturan aci 211.1-91 dengan faktor air semen (fas) 0,35; 0,40 dan 0,45 sebanyak 30 buah benda uji balok beton polos ukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm, dan 30 buah benda uji kubus ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. penyambungan dilakukan dengan interval waktu 1 hari dan pengujian dilakukan pada saat benda uji telah mencapai umur 28 hari. hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kuat lentur, momen lentur, tegangan geser dan lendutan maksimum terjadi pada balok beton polos yang disambung menggunakan sika bond dengan fas 0,35 atau lebih tinggi dibandingkan balok beton polos yang disambung tanpa menggunakan sika bond pada fas yang sama. perbandingan kuat lentur maksimum adalah 32 kg/cm2 berbanding 21 kg/cm2, momen lentur maksimum sebesar 0,18 t.m berbanding 0,11813 t.m, tegangan geser maksimum sebesar 5,333 kg/cm2 berbanding 3,5 kg/cm2, lendutan maksimum sebesar 0,00725 cm berbanding 0,00476 cm. hasil pengujian benda uji balok beton polos dengan kondisi di atas juga menunjukkan kecenderungan terjadinya kehancuran pada sambungannya. namun, penambahan bahan perekat beton jenis sika bond dapat meningkatkan kekuatan sambungan beton dibandingkan penyambungan tanpa menggunakan bahan perekat beton pada kondisi penyambungan yang sama
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERILAKU BALOK YANG MENGALAMI PERHENTIAN PENGECORAN YANG DISAMBUNGRNDENGAN SUDUT 45° DENGAN MENGGUNAKAN SIKA BOND. Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : PENGARUH METODE PENGECORAN TERHADAP PERILAKU PORTAL BETON BERTULANG BERDINDING BATA DI BAWAH BEBAN LATERAL SIKLIK (EKA RAHMAYANI, 2025)