Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hubungan antara tinggi gelombang datang terhadap tingkat kerusakan breakwater, tinggi gelombang datang terhadap koefisien stabilitas, tinggi gelombang datang terhadap koefisien transmisi, koefisien transmisi terhadap tinggi gelombang datang berbanding kedalaman air, dan tingkat kerusakan breakwater terhadap koefisien stabilitas pada breakwater dengan variasi kemiringan pantai, berat clan jenis batu serta fluktuasi tinggi muka air. ruang lingkup penelitian ini adalah mencari hubungan antara tinggi gelombang datang (h,) terhadap tingkat kerusakan (dmg), h1, terhadap koefisien stabilitas (kp), h1 terhadap koefisien transmisi (kr), kr terhadap h/d, dan dmg terhadap ko. latar belakang penggunaan submerged breakwater adalah sebagai usaha untuk melindungi pantai disamping tetap mempertahankan keindahan pantai tanpa terhalang breakwater. penelitian ini menggunakan bangunan pemecah gelombang bawah permukaan (submerged breakwater) yang terbuat dari susunan batu alam (bulat dan pecah), berbentuk trapesium dengan tinggi 21.3 cm, kemiringan 1 : 2 untuk bagian depan dan 1 : 1 untuk bagian belakang dari arah datangnya gelombang. variasi yang digunakan adalah 2 variasi kemiringan pantai yaitu 1 : 10 dan 1 : 7.5; 5 variasi tinggi muka air (h), yaitu 30 cm, 27.05 cm, 25.8 cm, 24.3 cm, dan 21.3 cm; 3 variasi gelombang datang yaitu 5.28 cm, 7.76 cm dan 11.08 cm; 2 variasijenis batu yaitu batu pecah clan batu bulat; 2 variasi berat batu yaitu 69 gram dan 104 gram; serta 2 variasi periode gelombang yaitu 1.25 detik dan 1.61 detik. total run yang dilakukan sebanyak 100 kali pembangkitan gelombang. skala model yang digunakan adalah skala model tak distorsi dengan skala 1 : 20. hasil penelitian yang diperoleh adalah berat batu sebesar 104 gr mampu melindungi pantai dari serangan gelombang dengan tingkat kerusakan mencapai 2.81 %. namun kerusakannya meningkat 5 kali lipat lebih besar pada batu ukuran 69 gram sebesar 15.86 %. dari grafik menunjukkan tingkat kerusakan maksimum terjadi pada muka air normal clan muka air terendah dengan jumlah batu maksimum yang terlempar, bergeser, atau berpindah mencapai 19 buah dari total keseluruhan sebanyak 110 buah yang terjadi pada ketiga sisi lapisan pelindung pemecah gelombang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI MODEL RISIK STABILITAS LAPISAN PELINDUNG PEMECAH GELOMB.ANG BAWAH PERMUKAAN (SUBMERGED BREAKWATER). Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : STUDI MODEL FISIK STABILITAS LAPISAN PELINDUNG HEXALEG DAN BATU PECAH PADA PEMECAH GELOMBANG TERPUTUS DI BAWAH PERMUKAAN (T. PUTRAWAN JAYA, 2024)