Repositori dan knowledge management system berbasis website yang ditargetkan untuk digunakan oleh pemangku kepentingan terkait pendidikan kebencanaan beberapa telah dikembangkan, namun sebagian besar tidak berfokus pada usability. tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi pendidikan kebencanaan serta mengetahui bagaimana desain repositori pengetahuan pendidikan kebencanaan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. penelitian ini secara khusus menggunakan pendekatan model design thinking yang meliputi a) desk review b) pengumpulan data: fgd dan kuesioner, c) analisis permasalahan dan kebutuhan, d) pengembangan ide dan solusi, e) pengembangan prototype dan f) test menggunakan ueq-s. penelitian ini telah mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan dan implementasi kms pendidikan kebencanaan diantaranya, yaitu: sumber daya manusia (sdm) yang kompeten, materi pendidikan kebencanaan yang kontekstual, partisipasi/keterlibatan pemangku kepentingan, faktor usability. selain itu, repositori pengetahuan pendidikan kebencanaan harus menyediakan unsur-unsur informasi seperti: 1) informasi dasar seperti pengertian dan jenis bencana, fase bencana, dampak bencana, terminologi bencana. 2) informasi mitigasi dan kesiapsiagaan: langkah-langkah mitigasi bencana, membuat rencana mitigasi bencana, peran dan tanggung jawab berbagai aktor, simulasi dan latihan kesiapsiagaan. 3) informasi tanggap darurat: prosedur evakuasi dan tindakan penyelamatan diri, pertolongan pertama pada korban bencana. 4) informasi dan komunikasi saat bencana. 5) informasi lebih lanjut: cerita dan pengalaman penyintas bencana, sejarah bencana, materi pendidikan dan pelatihan bencana, penelitian dan inovasi bencana. dalam hal desain, repositori pengetahuan pendidikan kebencanaan yang efektif dan fungsional sesuai dengan kebutuhan pengguna harus memperhatikan: 1) format dan penyajian informasi: informasi harus disajikan dengan cara yang mudah dipahami, menarik, terkategorisasi dengan baik dan interaktif. 2) penggunaan format informasi yang berbeda seperti teks, gambar, video, dan infografis. 3) pembaharuan informasi yang terkurasi: informasi dalam repositori harus diperbarui secara berkala untuk memastikan keakuratan dan relevansi. 4) penyediaan ruang untuk kolaborasi dan partisipasi. 5) faktor usability. hasil analisis kebutuhan dan desain untuk indonesia disaster education repository house (in-depth) sebagai platform knowledge management system pendidikan kebencanaan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mengembangkan platform kms yang lebih adaptif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah di indonesia sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. kata kunci: analisis kebutuhan, desain, knowledge management system, repositori, pendidikan kebencanaan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KEBUTUHAN DAN DESAIN UNTUK INDONESIA DISASTER EDUCATION REPOSITORY HOUSE (IN-DEPTH) SEBAGAI PLATFORM KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PENDIDIKAN KEBENCANAAN. Banda Aceh Fakultas Magister Ilmu Kebencanaan,2024
Baca Juga : KESIAPSIAGAAN TUNANETRA TERHADAP BENCANA GEMPABUMI DAN TSUNAMI (PENELITIAN DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA BEUJROH MEUKARYA ACEH BESAR) (Dzakiul Mubarrak, 2018)
Abstract
Several website-based repositories and knowledge management systems targeted by stakeholders related to disaster education have been developed, but most need to focus on usability. This research aims to identify disaster education information needs and determine how to design a disaster education knowledge repository that suits user needs. This research specifically uses a design thinking model approach, which includes a) Desk Review, b) Data collection: FGD and Questionnaire, c) Analysis of problems and needs, d) development of ideas and solutions, e) Prototype development and f) test using UEQ-S. This research has identified things that need to be considered in developing and implementing disaster education KMS, including competent human resources (HR), contextual disaster education material, stakeholder participation/involvement, and usability factors. In addition, disaster education knowledge repositories must provide elements such as 1) Basic information such as the meaning and types of disasters, disaster phases, disaster impacts, and disaster terminology. 2) Mitigation and preparedness information: disaster mitigation steps, creating a disaster mitigation plan, roles and responsibilities of various actors, simulations and preparedness exercises. 3) Emergency Response Information: evacuation procedures and self-rescue measures, first aid for disaster victims. 4) Information and Communication During Disasters. 5) Further information: stories and experiences of disaster survivors, history of disasters, disaster education and training materials, disaster research and innovation. In terms of design, an effective and functional disaster education knowledge repository for user needs must pay attention to the following: 1) Information Format and Presentation: Information must be presented in a way that is easy to understand, interesting, well-categorized, and interactive. 2) Use different information formats such as text, images, videos and infographics. 3) Updating of curated information: Information in the repository should be updated regularly to ensure accuracy and relevance. 4) Providing space for collaboration and participation. 5) Usability Factor. The results of the needs analysis and design for the Indonesia Disaster Education Repository House (IN-DEPTH) as a knowledge management system platform for disaster education need to be further developed to develop a KMS platform that is more adaptive and contextual according to the needs and characteristics of regions in Indonesia so that it can increase knowledge and preparedness society against disasters. Keywords: needs analysis, design, knowledge management system, repository, disaster education
Baca Juga : PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN PADA TAMAN KANAK-KANAK PEMBINA KOTA SABANG (Rita Jahiti Tanjung, 2025)