Labu kuning (cucurbita moschata durch) merupakan bahan pangan yang kaya vitamin a dan c, mineral. serta karbohidrat. selama` ini buah labu kuning kurang dimanfaatkan secara optimal. untuk upaya peningkatan nilai tambah dari komoditi dan juga memperpanjang umur simpan produk pengolahan tabu kuning menjadi irisan kering dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan yang baik dibandingkan dengan produk setengah jadi lainnya, produk dalam bentuk irisan kering dapat diolah menjadi tapung karma lebih tahan lama untuk disimpan. teknologi pengeringan merupakan metode alternatif yang sangat menjanjikan dalam menjaga ketahanan produk tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahul karakteristik pengeringan labu kuning (cucurbita moshata durch) berdasarkan bentuk irisan yaitu chip, sawut dan dadu alat yang digunakan pada penelitian ini adalah pengering kabinet berbahan bakar gas elpiji. penelitian ini dilaksanahan menggunakan metode observasi (pengamatan) dengan parameter yang diamati adalah distibusi temperatur, distribusi kelembaban reletif, kadar air, rendemen, kedar pati, laju pengeringan dan penilaian organoleptik (warna, aroma, dan tekstur). dari hasil penelitian menunjukkan lama waktu pengeringan dari ketiga bentuk lalu kuning, memiliki persentase rendemen bentuk irisan chip kering adalah 11,68%, irisan sawud, kering 11,65%, dan irisan dadu kering 13,96%. kadar air yang diperoleh dari irisan chip basah 89,30% (bb), irisan sawut basah 89,14% (bb) dan irisan dadu basah 87,79% (bb), sedangkan kadar air akhir diperoleh rata-rata irisan chip kering 14,40%, irisan sawut kering 13,12%, dan irisan dadu kering 15,64%. dari proses laju pengeringan yang diperoleh semakin tinggi suhu pengeringan make semakin tinggi nilai laju pengeringan yang diperoleh, dan semakin berkurang kadar air bahan maka semakin rendah nilai laju pengeringan yang didapat. distribusi temperatur dari hasil pengamatan dapat dilihat pada rak yang mempunyai temperatur tertinggi pada rok 3,4 dan 5 , karena letak ketiga rak tersebut paling dekat dengan exhaust fan, sedangkan pada rak 12 dan 6, memperoleh temperatur bahan yang rendah, hal ini disebabkan panas yang diperoleh terhalang oleh rok 3,4,dan 5.sehingga udara panes tidak langsung dapat mengenai ketiga rok tersebut. nilai rh yang diperoleh rata-rata bentuk irisan chip adalah 79%, bentuk irisan sawut 80,4%, dan bentuk irisan dadu 87%. nilai kadar pati yang diperoleh setelah dikeringkan, bentuk irisan chip 31,72%, irisan sawut 29,01%, dan irisan dadu 30,15%. dari hasil uji organolaptik dengan menggunakan skala deskriptif para panelis lebih menyukai bentuk irisan chip dengan warna kuning 2,04, aroma yang dipilih tidak menyengat/ khas labu 2,40 dan tekstur yang dipilih rapuh 3,04.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN IRISAN LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DURCH) DENGAN MENGGUNAKAN PENGERING KABINET BERBAHAN BAKAR GAS ELPIJI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : APLIKASI PENGERING KABINET YANG DILENGKAPI PENUKAR PANAS BERBAHAN BAKAR BIOMASSA UNTUK PENGERINGAN IRISAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) (Rubi Akbar, 2024)
Abstract
Baca Juga : KAJI KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS DENGAN LALUAN TERHAMBAT PADA ALAT PENGERING (Faisal Amir, 2024)