Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Fitri Wenda Wahyuni, PERAN BEM SEBAGAI MEDIA ADVOKASI MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2024

Abstrak mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak dalam kehidupan kampus melalui lembaga mahasiswa yang ada. salah satu lembaga yang bisa mewakili mahasiswa dalam menyuarakan aspires dan segala keluhan adalah badan eksekutif mahasiswa yang berperan sebagai perpanjangantanganan mahasiswa dan mengadvokasikan suara mahasiswa atas kepentingan dan perubahan kebijakan yang dinilai merugikan mahasiswa maupun masyarakat luas. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran badan eksekutif mahasiswa (bem) sebagai media advokasi mahasiswa serta hambatan bem sebagai keterwakilan mahasiswa universitas syiah kuala. teori penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial dan konsep keterwakilan. metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dimana dalam memperoleh data dengan melakukan wawancara mendalam bersama informan serta dokumentasi. adapun hasil penelitian bahwa badan eksekutif mahasiswa memiliki pengaruh besar sebagai advokasi mahasiswa universitas syiah kuala, menyuarakan aspirasi dan mencari solusi terkait masalah mahasiswa pada (1) pemotongan ukt 50% (2) penerangan titik gelap dilingkungan usk (3) pendanaan ormawa yang terhambat (4) pelecehan seksual kata kunci : gerakan sosial, bem, advokasi, mahasiswa



Abstract

ABSTRACT Students as agents of change have an important role in fighting for rights in campus life through existing student organizations. One of the institutions that can represent students in voicing aspires and all complaints is the Student Executive Board which acts as an extension of students and advocates student voices for interests and policy changes that are considered detrimental to students and the wider community. This study aims to examine the role of the Student Executive Board (BEM) as a medium for student advocacy and the obstacles of BEM as a representative of Syiah Kuala University students. The theory of this research uses social movement theory and the concept of representation. The method used in this research uses descriptive qualitative where in obtaining data by conducting in-depth interviews with informants and documentation. The results of the study that the Student Executive Board has a great influence as a student advocacy of Syiah Kuala University, voicing aspirations and finding solutions related to student problems in (1) 50% UKT cuts (2) lighting dark spots in the USK environment (3) obstructed ormawa funding (4) sexual harassment. Keywords: Social Movement, BEM, Advocacy, students



    SERVICES DESK