Kepulauan banyak merupakan taman wisata alam laut (twal) yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi termasuk penyu hijau (chelonia mydas). banyak ancaman yang dapat menyebabkan kepunahan populasi penyu yang disebabkan oleh manusia maupun secara alami. telur penyu yang gagal menetas juga menjadi salah satu faktor turunnya populasi penyu. konservasi penyu penting dilakukan untuk mencegah penangkapan penyu secara illegal dan pencurian telur penyu yang dapat menyebabkan kepunahan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan penetasan telur penyu di pulau bangkaru twal kepulauan aceh singkil. penelitian ini bermanfaat untuk menunjang kegiatan konservasi penyu di pulau bangkaru. lokasi penelitian yaitu di pantai amandangan, pulau bangkaru kepulauan banyak kabupaten aceh singkil, aceh. penelitian ini dilakukan selama 3 bulan 10 hari. penelitian ini menggunakan metode survey dengan observasi atau pengamatan langsung. pemilihan populasi dilakukan secara random sampling. terdapat 3 stasiun dengan total 8 sarang pada penelitian ini. rata-rata telur dalam sarang sebanyak 88 – 89 telur. data yang didapatkan adalah keberhasilan penetasan (hatching success), kedalaman sarang, panjang dan lebar pantai, kemiringan pantai, pasang surut air laut, jarak sarang dari pasang tertinggi, vegetasi dan predator. rata-rata banyak telur yang menetas adalah 67 – 68 telur dan rata-rata telur yang tidak menetas adalah 21 telur. keberhasilan penetasan meliputi jumlah telur menetas yang dibagi menjadi tukik hidup dan mati. persentase tingkat keberhasilan penetasan telur penyu pada sarang alami di pulau bangkaru berkisar antara 42% – 94%. persentase penetasan telur penyu hijau secara keseluruhan adalah 78,4%. ditemukan juga persentase penyu yang berhasil naik ke permukaan (emergence success) secara keseluruhan adalah 98,8%. faktor yang mendukung keberhasilan penetasan telur penyu hijau dikarenakan (1) jarak sarang dengan pasang tertinggi relatif jauh, sehingga telur tidak terendam oleh air laut. (2) kedalam sarang 55 cm – 60 cm mempermudah tukik naik ke permukaan pantai. (3) vegetasi menjaga dan melindungi sarang dari pengaruh sinar matahari yang dapat mengakibatkan perubahan suhu secara ekstrim dan melindungi sarang dari predator. faktor yang menyebabkan kurangnya keberhasilan penetasan telur dikarenakan serangan predator, pasang air laut yang terlalu tinggi, dan diduga karena pertumbuhan aktivitas bakteri yang dapat mengganggu perkembangan embrio di dalam telur selama masa inkubasi. kata kunci: penyu hijau, keberhasilan penetasan telur, pulau bangkaru
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINGKAT KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU DI PULAU BANGKARU TAMAN WISATA ALAM LAUT (TWAL) KEPULAUAN BANYAK KABUPATEN ACEH SINGKIL.. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2024
Baca Juga : KELIMPAHAN IKAN KARANG HERBIVORA PADA KAWASAN TWAL KEPULAUAN BANYAK, ACEH SINGKIL (MOHAMMAD FATWA ARFI, 2023)
Abstract
Kepulauan Banyak is a Marine Nature Tourism Park (TWAL) which has has variety marine biodiversity including green turtles (Chelonia mydas). There are many threats that can cause the extinction of turtle populations, caused by humans and naturally. Turtle eggs that fail to hatch are also a factor in the decline in turtle populations. Turtle conservation is important to prevent illegal catching of turtles and theft of turtle eggs which can cause extinction. The aim of this research is to determine the success rate of hatching turtle eggs on Bangkaru Island, TWAL, Aceh Singkil Islands. This research is useful for supporting turtle conservation activities on Bangkaru Island. The research location is Amandangan Beach, Bangkaru Island, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil Regency, Aceh. This research was conducted for 3 months and 10 days. This research uses a survey method with observation or direct observation. Population selection was carried out by random sampling. There were 3 stations with a total of 8 nests in this study. The average number of eggs in a nest is 88 – 89 eggs. The data obtained are hatching success, depth of nest, length and width of beach, slope of beach, tides, distance of nest from highest tide, vegetation and predators. The average number of eggs that hatch is 67 – 68 eggs and the average number of eggs that do not hatch is 21 eggs. Hatching success includes the number of hatched eggs divided into live and dead hatchlings. The percentage of success rate for hatching turtle eggs in natural nests on Bangkaru Island ranges from 42% – 94%. The overall hatching percentage of green turtle eggs is 78.4%. It was also found that the overall percentage of turtles that managed to rise to the surface (Emergence Success) was 98.8%. Factors that support the successful hatching of green turtle eggs are (1) the distance the nest to the highest tide is relatively far, so that the eggs are not submerged by sea water. (2) The depth of the nest is 55 cm – 60 cm, making it easier for the hatchlings to climb to the beach surface. (3) vegetation protects and protects the nest from the effects of sunlight which can cause extreme temperature changes and protects the nest from predators. Factors that cause the lack of success in egg hatching are predator attacks, sea tides that are too high, and it is thought to be the growth of bacterial activity which can interfere with the development of the embryo in the egg during the incubation period. Keywords: Green Turtle, Successful Egg Hatching, Bangkaru Island
Baca Juga : KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN TAMAN WISATA ALAM LAUT PULAU WEH KOTA SABANG (MUHAMMAD AL KAUSAR, 2025)