Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rahmadhania, ANALISIS DAMPAK PERNIKAHAN ANAK TERHADAP CAPAIAN PENDIDIKAN MENGGUNAKAN METODE DIFFERENCE IN DIFFERENCE DALAM PEMODELAN DATA PANEL DENGAN DATA INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY (IFLS). Banda Aceh Fakultas MIPA Statistika,2024

Pernikahan anak adalah sebuah pelanggaran hak anak untuk berkembang karena anak seharusnya menghabiskan masa kecilnya dengan bahagia. anak yang mengalami pernikahan anak dihadapkan dengan beragam konsekuensi negatif dari pernikahan tersebut. termasuk di dalamnya anak kehilangan kesempatan untuk bersekolah. padahal, masa sekolah adalah masa bagi seseorang individu untuk memperbaiki kualitas hidupnya guna memperoleh masa depan yang lebih baik. penggunaan metode difference in difference (did) pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pernikahan anak terhadap capaian pendidikan anak lewat indikator lamanya bersekolah. implementasi did dalam pemodelan data panel dilakukan untuk mengetahui dampak pernikahan sekaligus faktor-faktor yang juga memengaruhi capaian pendidikan. penelitian ini menggunakan data indonesian family life survey (ifls) gelombang 4 (2007) dan gelombang 5 (2014). dengan pendekatan fixed effect model, penelitian ini menunjukkan dampak pernikahan anak dapat menurunkan capaian pendidikan anak perempuan sebesar rata-rata 2,42 [2,18;2,67] tahun , dan penurunan rata-rata 1,54 [0,74;2,34] tahun untuk anak laki-laki. variabel-variabel yang berpengaruh terhadap capaian pendidikan untuk kedua jenis kelamin adalah pendidikan ibu, jumlah anggota keluarga, total pengeluaran konsumsi keluarga, lokasi tempat tinggal, status pekerjaan, ketersediaan bantuan sekolah, dan jenis administrasi sekolah. sedangkan variabel capaian pendidikan ayah ayah hanya berpengaruh untuk responden perempuan dan variabel status pernah tinggal kelas hanya berpengaruh untuk responden laki-laki. nilai koefisien determinasi model untuk data perempuan sebesar 0,86 dan laki-laki sebesar 0,84. dampak pernikahan anak terhadap capaian pendidikan anak mendekati satu jenjang pendidikan menenagah (3 tahun) sehingga kebijakan pencegahan praktik pernikahan anak perlu menjadi prioritas keluarga, masyarakat, dan pemerintah.



Abstract

Child marriage is a direct violation of children's rights to develop because children should spend their childhood happily. Children who experience child marriage are faced with various negative consequences from the marriage. This includes children losing the opportunity to go to school. In fact, school is a time for an individual to improve the quality of her/his life in order to obtain a better future. The use of the difference in difference (DID) method in this research aims to determine the impact of child marriage on children's educational attainment through indicators of years of schooling. The implementation of DID in panel data modeling was carried out to determine the impact of marriage as well as other factors that also influence educational attainment. This research uses data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) Wave 4 (2007) and Wave 5 (2014). Using a fixed effect model approach, this research shows that the impact of child marriage can reduce girls' educational attainment by an average of 2.42 [2.18;2.67] years, and an average decrease of 1.54 [0.74;2.34] years for boys. The variables that influence educational attainment for both genders are mother's education, number of family members, gender of family head, total family consumption expenditure, location of residence, employment status, availability of school aid, and type of school administration. Meanwhile, the father's educational attainment variable only has an effect on female respondents and a grade fail variable only has an effect on male respondents. The coefficient of determination of the model for women's data is 0.86 and men's is 0.84. The impact of child marriage on children's educational attainment, especially girls, is approaching one level of secondary school (3 years), so policies to prevent the practice of child marriage need to be a priority for families, communities and the government.



    SERVICES DESK