Gua ek leuntie yang berada di desa meunasah lhok kecamatan lhoong, aceh besar merupakan kawasan yang diakui sebagai media edukasi berbasis geowisata. sebagai kawasan kars gua ek leuntie berpotensi mengalami dampak kerusakan dari bencana gempa bumi, longsor, dan lubang runtuhan (sinkhole). maka perlu dilakukan perlindungan dan pengawasan guna melestarikan aset geopark melalui investigasi struktur geologi kawasan karst gua ek leuntie. penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sebaran nilai resistivitas bawah permukaan kawasan karst gua ek leuntie sebagai upaya dalam menganalisis potensi bahaya geologi di masa depan. investigasi geofisika diaplikasikan di wilayah tersebut dengan menggunakan survey geolistrik resistivitas konfigurasi wenner-schlumberger pada 4 lintasan pengukuran dengan panjang setiap lintasan 177,5 m dan kedalaman yang diperoleh mencapai 34,1 m. lintasan l1 dan l2 mengarah dari barat ke timur, lintasan c1 dari barat laut ke tenggara, serta lintasan c2 dari selatan ke utara. data akuisisi kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak agi earthimager untuk mendapatkan model 2d struktur bawah permukaan kawasan karst gua ek leuntie berdasarkan nilai resistivitas batuan. selanjutnya hasil permodelan bawah permukaan divalidasi dengan pengeboran dangkal (hand auger) di beberapa titik bor pada setiap lintasan dengan kedalaman maksimal yang diperoleh mencapai 3 m. berdasarkan hasil interpretasi nilai resistivitas batuan dan validasi data bor menunjukkan bagian permukaan kawasan karst gua ek leuntie memiliki struktur bawah permukaan yang diklasifikasikan menjadi tiga zona berdasarkan nilai resistivitas. zona resistivitas rendah (1,0 – 9,5 Ωm) menunjukkan lapisan pasir berair hingga batuan berpori yang menampung air bawah permukaan. zona resistivitas sedang (50 – 800 Ωm) merupakan kawasan batu gamping, sementara zona resistivitas tinggi (900 – 8000 Ωm) mencakup lapisan pasir kering dan batuan keras pada kedalaman yang bervariasi. distribusi nilai resistivitas batuan mengidentifikasi beberapa wilayah berpotensi menimbulkan bahaya geologi jika dilakukan pembangunan. zona lemah ditandai oleh nilai resistivitas rendah, yang menunjukkan formasi batuan berpori atau berongga dan terpengaruh oleh intrusi air dengan kedalaman umum lebih dari 4 meter. beberapa kawasan telah diidentifikasi sebagai daerah rentan, karena itu tidak dianjurkan untuk pembangunan. dalam desain rencana pembangunan bpba, daerah tersebut terletak di sebelah barat hingga selatan gua. sebaliknya, daerah yang aman dan cocok untuk pembangunan terletak di bagian timur atau di sisi pintu utama gua ek leuntie. kata kunci : geopark, geolistrik, resisitivitas, gua ek leuntie, karst
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
INVESTIGASI STRUKTUR KARST PADA KAWASAN GUA EK LEUNTIE SEBAGAI GEOPARK PALEOTSUNAMI BERDASARKAN INTERPRETASI DATA GEOLISTRIK. Banda Aceh Fakultas MIPA (S2),2024
Baca Juga : IDENTIFIKASI DAN ANALISIS GEOKIMIA LAPISAN ENDAPAN PALEOTSUNAMI DI DAERAH SEUBADEH ACEH SELATAN MENGGUNAKAN LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) (Aditya Vethra Prasetyo, 2023)
Abstract
ABSTRACT Ek Leuntie Cave located in Meunasah Lhok village, Lhoong sub-district, Aceh Besar is an area recognized as a geotourism-based educational media. As a Kars area, Ek Leuntie Cave has the potential to experience the impact of damage from earthquakes, landslides, and sinkholes. Therefore, it is necessary to protect and monitor in order to preserve geopark assets through investigating the geological structure of the Ek Leuntie Cave karst area. This research aims to map the distribution of subsurface resistivity values in the Ek Leuntie Cave karst area as an effort to analyze potential geological hazards in the future. Geophysical investigations were applied in the area using a resistivity geo-electrical survey of the Wenner-Schlumberger configuration on 4 measurement tracks with the length of each track 177.5 m and the depth obtained reached 34.1 m. Tracks L1 and L2 lead from West to East, Track C1 from Northwest to Southeast, and Track C2 from South to North. The acquisition data was then modeled using AGI Earthimager software to obtain a 2D model of the subsurface structure of the Ek Leuntie Cave karst area based on rock resistivity values. Furthermore, the results of subsurface modeling were validated by shallow drilling (hand auger) at several drill points on each track with the maximum depth obtained reaching 3 m. Based on the interpretation of rock resistivity values and validation of drill data, the surface area of the Ek Leuntie Cave karst area has a subsurface structure that is classified into three zones based on resistivity values. The low resistivity zone (1.0 - 9.5 Ωm) indicates a layer of watery sand to porous rock that holds subsurface water. The medium resistivity zone (50 - 800 Ωm) is an area of limestone, while the high resistivity zone (900 - 8000 Ωm) includes layers of dry sand and hard rock at varying depths. The distribution of rock resistivity values identifies several areas of potential geologic hazard in the event of development. Weak zones are characterized by low resistivity values, indicating porous or hollow rock formations and affected by water intrusion with a general depth of more than 4 meters. Some areas have been identified as vulnerable areas, therefore not recommended for development. In the BPBA development plan design, such areas are located to the west to south of the cave. In contrast, areas that are safe and suitable for development are located in the eastern part or on the side of the main entrance of Ek Leuntie Cave. Keywords: Geopark, geoelectric, resisitivity, Ek Leuntie Cave, karst
Baca Juga : APLIKASI METODE GEOLISTRIK PADA STUDI PERLAPISAN RESISTIVITAS DI KAWASAN TPA GAMPONG JAWA (Badrul Munir, 2014)