Keberhasilan penangkapan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya daerah penangkapan, faktor produksi dan lingkungan. salah satu faktor produksi yang digunakan oleh nelayan adalah rumpon. rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di perairan laut, alat ini dijadikan sebagai tempat berkumpulnya ikan-ikan dan organisme laut lainnya. penggunaan rumpon dapat menghemat biaya operasional, waktu, dan bahan bakar menuju daerah penangkapan. keberadaan rumpon di suatu perairan mampu memicu terbentuknya daerah penangkapan ikan (dpi) yang potensial di perairan tersebut. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi peletakan rumpon sebagai daerah penangkapan serta untuk mengetahui posisi potensial penempatan rumpon berdasarkan klorofil-a. penelitian ini dilakukan pada bulan september 2023 yang berlokasi di tpi rigaih, aceh jaya. metode yang digunakan adalah metode deskriptif. hasil penelitian ini diperoleh 55 titik peletakan rumpon yang nelayan aceh jaya tempatkan. peletakan rumpon tersebut tentunya mempunyai jarak terdekat dan terjauh dari pesisir pantai, jarak terdekat peletakan rumpon yang didapatkan di perairan aceh jaya adalah pada titik nomor 37 dengan jarak 13,32 mil. sedangkan jarak terjauh peletakan rumpon yang didapatkan di perairan aceh jaya adalah pada titik 53 dengan jarak 106,83 mil. titik rumpon yang berada pada nilai konsentrasi klorofil-a tinggi di bulan september 2023 meliputi titik 37. dapat dilihat konsentrasi klorofil-a yang tinggi hanya terdapat pada titik 37, artinya hanya titik 37 termasuk daerah yang potensial. sedangkan titik rumpon lainnya termasuk konsentrasi klorofil-a sedang dan tidak potensial. konsentrasi klorofil-a semakin berkurang menuju arah lepas pantai.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN DAERAH POTENSIAL PENEMPATAN RUMPON DI PERAIRAN ACEH JAYA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2024
Baca Juga : IDENTIFIKASI HASIL TANGKAPAN KAPAL MOTOR PURSE SEINE DI SEKITAR RUMPON LAUT DALAM DI PERAIRAN UTARA ACEH (Cut Siska Sahara, 2022)
Abstract
The success of fishing is strongly influenced by several factors, including fishing grounds, production factors and the environment. One of the production factors used by fishermen is FADs. FADs are fishing aids installed in marine waters, this tool is used as a gathering place for fish and other marine organisms. The use of FADs can save operational costs, time, and fuel to the fishing area. The presence of FADs in a body of water can trigger the formation of potential fishing grounds (DPI) in that body of water. The purpose of this study was to determine the position of FADs placement as a fishing area and to determine the potential position of FAD placement based on chlorophyll-a. This research was conducted in September 2023 located at TPI Rigaih, Aceh Jaya. The method used was descriptive method. The results of this study obtained 55 FAD laying points that Aceh Jaya fishermen placed. The laying of FADs certainly has the closest and farthest distance from the coast, the closest distance of laying FADs obtained in Aceh Jaya waters is at point number 37 with a distance of 13.32 miles. While the farthest distance of FAD laying obtained in Aceh Jaya waters is at point 53 with a distance of 106.83 miles. FAD points that are at high chlorophyll-a concentration values in September 2023 include point 37. It can be seen that high chlorophyll-a concentrations are only found at point 37, meaning that only point 37 is a potential area. While other FAD points include medium and nonpotential chlorophyll-a concentrations. Chlorophyll-a concentration decreases towards the offshore direction.