Pangkalan pendaratan ikan (ppi) calang terletak di gampong blang, kecamatan krueng sabe, kabupaten aceh jaya. rawai dasar merupakan alat tangkap sederhana dengan konstruksi ukuran dan bentuk mata pancing serta berbagai jenis umpan buatan sebagai faktor utama keberhasilan pengoperasian alat tangkap. alat tangkap ini memiliki keunggulan dalam menangkap jenis ikan yang umumnya terdapat di habitat dasar laut, seperti ikan demersal. tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi komposisi jenis ikan yang tertangkap menggunakan rawai dasar dan distribusi ukuran hasil tangkapan menggunakan rawai dasar di ppi calang. penelitian ini dilaksanakan di ppi calang, kabupaten aceh jaya yang dilaksanakan pada bulan agustus 2023. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang di peroleh dari hasil pengamatan langsung (survey) ke lokasi penelitian dan data sekunder diperoleh diperoleh dari studi kepustakaan, bacaan-bacaan literatur, jurnal dan dari lembaga atau instansi yang berhubungan dengan penelitian. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan observasi dengan teknik pemilihan sampel adalah accidental sampling. hasil penelitian ini terdapat 20 spesies hasil tangkapan dengan dari lima kapal yang berbeda dengan komposisi hasil tangkapan yang diperoleh selama penelitian didominansi oleh kerapu (epinephelinae sp.) dengan persentase 23.94%, kakap merah (lutjanus campechanus) 16.41%, dan kuwe (caranx ignobilis) dengan persentase 14.10%. distribusi ukuran panjang standar yang bervariasi antara 18 cm hingga 87 cm, yang mana frekuensi tertinggi terdapat pada interval kelas 28-37 cm dengan jumlah 14 ekor ikan dan frekuensi terendah terdapat pada interval kelas 78-87 cm yaitu berjumlah 1 ekor. kata kunci : ppi calang, rawai dasar, hasil tangkapan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) CALANG KABUPATEN ACEH JAYA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1),2024
Baca Juga : KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING RAWAI (BOTTOM LINE) YANG DIDARATKAN DI PENDARATAN IKAN TRADISIONAL LANCANG KEMBANG RNTANJONG PIDIE (Qurrata Akyun, 2024)
Abstract
Calang Fishing base located in Gampong Blang Village, Krueng Sabe District, Aceh Jaya Regency. Basic longlines are simple fishing tools with the construction of the size and shape of the hook and various types of artificial bait as the main factors in the successful operation of the fishing gear. This fishing gear has the advantage of catching types of fish that are generally found in seabed habitats, such as demersal fish. The aim of this research is to identify the composition of fish species caught using bottom longlines and the size distribution of catches using Fishing Base Calang bottom longlines. This research was carried out by Fishing Base Calang, Aceh Jaya Regency which was carried out in August 2023. The data used in this research is primary data obtained from direct observations (surveys) at the research location and secondary data obtained from literature studies, literature readings, journals and from institutions or agencies related to research. The method used in this research is the survey and observation method with the sample selection technique being accidental sampling. The results of this research showed that there were 20 species caught per five different vessels with the composition of the catch obtained during the research being dominated by grouper (Epinephelinae sp.) with a percentage of 23.94%, red snapper (Lutjanus campechanus) 16.41%, and trevally (Caranx ignobilis) with a percentage of 14.10%. Standardlength distribution varies between 18 cm to 87 cm, of which the highest frequency is found in the 28-37 cm class interval with a total of 14 fish and the lowest frequency is found in the 78-87 cm class interval, namely 1 tail. Keywords: Fishing Base Calang, bottom longline, catch.
Baca Juga : ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PANCING JORAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) LAMBADA LHOK, BAITUSSALAM ACEH BESAR (Ita Purnama Sari, 2019)