Berkembangnya pembangunan menyebabkan kebutuhan material konstruksi meningkat. untuk memenuhi kebutuhan agregat beton berbagai alternatif di- lakukan. beton daur ulang sebagai material dapat menjadi salah satu alternatif karena mengurangi pemakaian material alam. agregat limbah beton merujuk pada material yang terdiri dari potongan-potongan atau serpihan beton yang telah digunakan sebelumnnya dalam kontruksi bangunan atau struktur lainnya. beton yang digunakan sebagai subsitusi agregat kasar adalah beton dengan mutu k-250 dan k-300. persentase pengganti agregat kasar yaitu 0%, 30%, 50% dan 100%. untuk penelitian ini akan menggunakan fas sebanyak 3 buah yaitu 0,50, 0,45 dan 0,40. untuk fas 0,50 dilakukan pengujian kuat tekan di 7 hari, 14 hari, 28 hari, sedangkan pengujian kuat tarik belah hanya dilakukan pengujian di 28 hari. total keseluruhan benda uji pada penelitian ini adalah 72 benda uji dengan menggunakan silinder beton dengan ukuran 150 mm x 300 mm. untuk limbah beton didapatkan dari laboratorium kontruksi bahan bangunan di universitas syiah kuala. beton hasil pengujian yang sudah tidak terpakai dihancurkan dengan palu sampai hancur dan disaring untuk menghasilkan agregat kasar yang dapat digunakan kembali dalam pembuatan beton baru. hasil penelitian pada fas 0,50 yaitu kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi 30% dengan nilai sebesar 26,4 mpa dan kuat tekan terendah terdapat pada variasi 50% dengan nilai sebesar 22,2 mpa. pada fas 0,40 kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi 30% dengan nilai sebesar 29,5 mpa dan kuat tekan terendah terdapat pada variasi 50% dengan nilai sebesar 24,9 mpa. pada fas 0,45 hasil nilai kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi 100% dengan nilai sebesar 30,3 mpa dan hasil kuat tekan terendah terdapat pada variasi 0% dengan nilai sebesar 20,7 mpa.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SIFAT MEKANIS BETON MUTU STRUKTURAL MENGGUNAKAN LIMBAH BETON K-250 DAN K-300. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2024
Baca Juga : PENGGANTIAN AGREGAT KASAR SECARA PARSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON (T. Alfa Tommy, 2024)
Abstract
The development of development causes the need for construction materials to increase. To meet the need for concrete aggregate, various alternatives have been implemented. Recycled concrete as a material can be an alternative because it reduces the use of natural materials. Waste concrete aggregate refers to material consisting of pieces or chips of concrete that have been previously used in the construction of buildings or other structures. The concrete used as a substitute for coarse aggregate is concrete with grades K-250 and K-300. The percentage of replacement for coarse aggregate is 0%, 30%, 50% and 100%. For this research, 3 FAS will be used, namely 0,50, 0,45 and 0,40. For FAS 0,50, compressive strength tests were carried out at 7 days, 14 days, 28 days, while split tensile strength tests were only carried out at 28 days. The total number of test objects in this study was 72 test objects using concrete cylinders measuring 150 mm x 300 mm. Concrete waste was obtained from the building materials construction laboratory at Syiah Kuala University. Unused test concrete is crushed with a hammer until it is crushed and screened to produce coarse aggregate which can be reused in making new concrete. The research results at FAS 0,50 are that the highest compressive strength is found in the 30% variation with a value of 26,4 MPa and the lowest compressive strength is found in the 50% variation with a value of 22,2 MPa. At FAS 0,40, the highest compressive strength is found in the 30% variation with a value of 29,5 MPa and the lowest compressive strength is found in the 50% variation with a value of 24,9 MPa. At FAS 0,45, the highest compressive strength value is found in the 100% variation with a value of 30,3 MPa and the lowest compressive strength result is in the 0% variation with a value of 20,7 MPa.